Surya/

Berita Jombang

Antar Pulang Pacar Hingga Larut Malam Berujung Maut, Kepala Dusun Pun Ditangkap, Ada Apa Sebenarnya?

Pemuda 28 tahun ini sering antar pulang sang pacar hingga larut malam. Tak tahunya tindakannya itu malah berujung maut.

Antar Pulang Pacar Hingga Larut Malam Berujung Maut, Kepala Dusun Pun Ditangkap, Ada Apa Sebenarnya?
surya/sutono
Para tersangka pengeroyokan terhadap Yeyen Siswanto saat digelandang petugas Polres Jombang. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Petugas Polres Jombang, Jawa Timur menangkap 10 pelaku pengeroyokan yang menewaskan Yeyen Siswanto (28) warga Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Jombang.

Dari 10 tersangka tersebut, satu orang kepala dusun (kasun), yakni MI (35), Kasun Jombatan Desa Jombatan Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, dan tiga orang pelajar asal Kecamatan Kesamben.

Ketiga pelajar itu WR(16), MS (16), dan SF (16). Sedangkan 6 tersangka lainnya MR (20), MY (24), JS (23), AA (25), WA (20), JS (24) dan SW (47). Semuanya warga Desa Jombatan Kecamatan Kesamben.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto, mengungkapkan, kasus bermula ketika korban Yeyen Siswanto menjalin hubungan asmara dengan gadis asal Dusun/Desa Jombatan Kecamatan Kecamatan Kesamben, sebut saja Mawar (16).

Karena dianggap melanggar norma sosial akibat sering pulang larut malam, warga sekitar kesal kepada korban.

Puncaknya, pertengahan April lalu, Kasun MI menghasut warganya untuk menghadang Yeyen karena sering mengantarkan pulang malam pacarnya, Mawar.

Saat itu, Yeyen usai mengantar pacarnya pulang dinihari sekitar pukul 03.00 WIB. Beberapa warga yang bermaksud memberikan pelajaran kepada Yeyen pun mencegat Yeyen.

Saat dicegat, diduga melihat bahaya yang mengancam dirinya, sehingga mencoba kabur. Namun warga mengejar, sehingga korban sempat terjatuh dari sepeda motor.

Karena panik, korban meloncat ke Sungai Brantas dan ditemukan tewas di wilayah Mojokerto.

Menurut kapolres, dari pemeriksaan sementara, warga bergerak karena diminta bantuan oleh keluarga perempuan.
Hubungan korban dan si pacar tidak direstui keluarga pacar, sehingga minta bantuan warga sekitar.

“Kemudian dipimpin kepala dusun berupaya memprovokasi korban. Ada kalimat-kalimat yang disampaikan kepala dusun itu untuk melakukan penangkapan terhadap si korban,” kata Agung Marlianto, Sabtu (22/04/17).

Namun ulah warga yang semula untuk menakut-nakuti dan membuat jera korban berujung drastis.

Korban yang ketakutan meloncat ke Sungai Brantas dan ditemukan tewas. Ke-10 orang tersangka ditangkap di rumah masing-masing.

Kapolres Agung Marlianto menjelaskan ke-10 tersangka dijerat pasal yang berbeda. Di antaranya tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Kasun MI dikenakan tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman 1 tahun penjara dan pasal tentang turut sertanya dia kepada tersangka lain dengan ancaman 1 tahun penjara.

Penulis: Sutono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help