Sambang Kampung

Warga Mulyosari Utara kini Bebas Banjir berkat Program 5 Menit Peduli Got

Minimal, setiap hari mereka bisa mengantongi satu glangsing berisi lumpur dan sampah dari got.

Warga Mulyosari Utara kini Bebas Banjir berkat Program 5 Menit Peduli Got
surya/achmad zaimul haq
KAMPUNG BERSIH - Suasana kampung Kalisari Mulyosari yang bersih di RT 11 RW 1, Jumat (21/4/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kekompakan warga kampung Mulyosari Utara RT 11 RW 1 Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, layak jadi contoh kampung lain di Surabaya. Jika empat tahun lalu warga di sana sering mengeluh banjir, saat ini sudah tidak lagi.

Terutama sejak mereka menggalakkan gerakan peduli got. Setiap hari mereka menyempatkan waktu selama lima menit saja untuk membersihkan lumpur dan sampah got.

Minimal, setiap hari mereka bisa mengantongi satu glangsing berisi lumpur dan sampah dari got. Gerakan kampung peduli got ini biasa disebut 'one day one glangsing'.
Ketua RT 11 Sri Endah Nurhayati mengatakan, menggerakkan warga untuk peduli got bukanlah hal yang mudah.

“Mulanya banyak warga PKK merasa berat, jijik, dan nggak sempat. Padahal, membersihkan got sangat penting karena kampung kami biasa banjir setiap hujan deras,” ujar Endah.

Menurut warga, dengan membersihkan got, membuat taman di depan rumah tidak rapi. Sebab setiap membersihkan lumpur, pasti ada lumpur hitam yang membuat berem menjadi lebih tidak enak dipandang mata.

Itu sebabnya Endah berinisiatif agar warga menyimpan di glangsing. Ia juga menginisasikan kampung untuk memberdayakan seorang pekerja lingkungan. yang bertugas mengangkut glangsing berisi lumpur got.

"Masih ada yang protes nggak sempat kalau harus membersihkan got, dengan alasan bekerja dan sibuk mengurus rumah, akhirnya saya cetuskan cukup lima menit saja,” ujar Endah.

Ternyata, mereka yang mulanya hanya menyempatkan lima menit, saat ini sudah terbiasa membersihkan got. Tanpa terasa bisa sampai 10 glangsing.

Kampung dengan 100 KK ini sempat pul mengeluhkan masalah alat. Endah pun cukup tanggap, dengan membuat serok bagus beraneka warna.

“Saya sengaja membuat warna-warni. Sekaligus sarana pendekatan, jadi kalau tertarik dengan warna serok tertentu, mereka bisa memilih," tambahnya.

Patut Ditularkan
Manfaat gerakan peduli got pun dirasakan warga kampung Mulyosari Utara. Padahal sebelumnya, kampung mereka selalu dihampiri banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.
Lucky Cornelius, warga Mulyosari Utara, mengatakan, sejak aktif membersihkan got, kampung mereka tidak banjir lagi. Aliran air lancar dan tidak menyebabkan kubangan di selokan.

“Warga di sini nggak tentu kalau membersihkan got. Nggak harus saat kerja bakti, kalau got sudah hitam langsung dibersihkan sendiri,” katanya.

Menurutnya, gerakan peduli got ini patut ditularkan. Tidak hanya menyalahkan pemerintah untuk membangun saluran, melainkan warga juga ikut menjaga.

"Mulai saluran di depan rumah tempat tinggal masing-masing," ujar Lucky.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help