Surya/

Berita Surabaya

Tutorial Jilbab Makin Pikat Konsumen

Berdagang hijab tak cukup mengandalkan kemampuan marketing. Tetapi juga mesti cerdas membuat tutorial penggunaan hijab.

Tutorial Jilbab Makin Pikat Konsumen
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Ika Febri menunjukkan aneka hijab yang dia jual. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tren jilbab telah menjadi bagian dari busana yang tudak bisa dihindari. Tren ini biasanya sejalan dengan fashion busana yang kerap digunakan artis/pemain sinetron. Bahkan, tak jarang produsen jilbab menciptakan model terbaru pula.

Ika Febri (25), pelaku usaha jilbab mengungkapkan, tren kerudung penutup kepala ini menentukan pasokan jilbab yang ia jual pada pelanggan. Maklum, Ika tidak memproduksi jilbab sendiri.
Tetapi, ia menjual kembali produk orang lain yang biasanya sedang tren di pasar.

“Kalau berjualan jilbab, tak sebatas transaksi jual beli saja. Selain itu, harus menunjukkan pada calon pembeli cara memakai, karena tren jilbab terbaru biasanya ada cara pakainya,” papar ibu satu anak ini.

Karena itu pula, Ika membuat beragam tutorial memakai jilbab. Yang terbaru, ia menunjukkan beberapa teknik memakai jilbab instan yang marak di pasar.

Tutorial video itu kemudian ia unggah di media sosial (medsos), bersamaan sejumlah produk jilbab yang ia tawarkan.

“Saya jualnya online dan keliling kantor-kantor. Kalau ditunjukkan cara pakai dan diajari juga, biasanya konsumen makin semangat beli,” terangnya.

Melalui cara promosi itu, produk yang ia jual selalu laris. Bisa lebih dari dua kodi untuk satu model. Dari berbagai model ditawarkan, yang paling marak jilbab instan sekali pakai, yang bisa digunakan untuk kardigan.

“Kalau lagi tren kurang lebih 2 minggu bisa habis, kalau nggak habis biasanya sudah kemasukan tren baru. Kalau sudah gitu, yang lama saya diskon,” ujar Ika.

Pilih Kasual

Sementara, Rebhika Lusiana (21), memilih tren kasual pemakai hijab. Ini tak lepas dari upayanya memroduksi jilbab di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa.

Berawal dari kegemaran memakai jilbab buatan sendiri, kini ia memroduksi jilbab segi empat dan phasmina. “Sejak 2016, sejauh ini yang pakai produk saya teman mahasiswa, dosen, ibu rumah tangga,” terang Rebhika.

Ia memProduksi dua model jilbab. Yaitu, Aisyah series dan Maryam series. Aisyah series dibuat lebih ekonomis dan dinamis, cocok buat mahasiswa atau remaja.

“Nah kalau Maryam series, lebih lebar, anggun dan feminim. Keduanya bisa segi empat atau pasmina, tapi lebih sering produksi segi empat,” katanya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help