Berita Pendidikan Surabaya

Siswa SD Datangi Pedagang Pasar Ucapkan Selamat Hari Kartini Sembari Lakukan Ini

Alya Wahyu menghampiri Maftuha, seorang pedagang ayam potong dan mengucapkan selamat hari kartini.

Siswa SD Datangi Pedagang Pasar Ucapkan Selamat Hari Kartini Sembari Lakukan Ini
surya/ahmad zaimul haq
Salah seorang siswa memberikan bingkisan sembako kepada pedagang perempuan, Jumat (21/4/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasar Krempyeng Bendul Merisi Besar Selatan, Surabaya didatangi 150 siswa SD Muhammadiyah 6 Surabaya, Jumat (21/4/2017).

Mereka tidak berbelanja, namun siswa-siswa ini sengaja menemui para pedagang perempuan untuk memberikan sebuah bingkisan.

Mereka menyusur pasar lengkap dengan pakaian kebaya dan batik.

Salah satu siswa kelas lima, Alya Wahyu menghampiri Maftuha, seorang pedagang ayam potong.
Alya memberikan sebuah bingkisan (sembako) dan mengucapkan "Selamat Hari Kartini".

"Selamat Hari Kartini ya bu," kata Alya, lalu disambut senyum dan ucapan terima kasih dari Maftuha.

Perayaan Hari Kartini, Siswa SD Muhammadiyah 6 memang berbeda.

Muhammad Askan, ketua panitia acara menuturkan, melalui berbagi semacam ini, anak-anak bisa mengerti peran Kartini secara utuh.

"Sebelumnya kami mengajak beberapa anak untuk observasi ke pasar. Lalu anak-anak menyimpulkan para pedagang itu juga sepatutnya merayakan Hari Kartini. Mengingat perannya yang besar, mencari nafkah untuk keluarga," jelasnya.

Askan menambahkan sebelum sampai di pasar, 400 siswa di antaranya siswa kelas satu sampai enam melakukan long march, memakai busana adat Jawa.

Rutenya mulai sekolah, RSAL, pasar Krempyeng dan kembali ke sekolah lagi.

"Di pertengahan jalan siswa kelas satu sampai kelas empat, kembali ke sekolah. Sementara kelas lima dan enam berbagi bingkisan ke pasar," terangnya.

Bingkisan yang mereka bawa bermacam. Ada sembako, kerudung, aksesoris, dan masih banyak lagi.

Aksan menerangkan sekolah memang tidak menentukan barang apa yang harus dibawa.

"Kami hanya memberikan minimal harga karena tidak semua orangtua wali murid sama mampunya. Selain bingkisan mereka juga menyematkan surat. Isinya adalah doa, misalnya surat milik Alya. Dia berdoa agar ibu itu diberikan kesehatan dan kekuatan menjalankan ibadahnya mencari nafkah," tutupnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help