Surya/

Citizen Reporter

Segar dan Pintar ala Fresh Green Trawas

kembali ke pelukan kearifan alam ... itulah yang bisa disesap dan dinikmati di Fresh Green Trawas.. outbond, belajar menganyam sembari dielus langgam.

Segar dan Pintar ala Fresh Green Trawas
septa widya etika/citizen
Belajar menganyam rotan di Fresh Green Trawas 

Reportase Septa Widya Etika NIN
Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

FRESH GREEN, salah satu tempat wisata kuliner dan budaya yang terhitung baru di Desa Duyung, Trawas, Mojokerto. Lokasinya bersebelahan dengan Duyung Trawas Hill. Tempat ini terkenal dengan mendem duren, yakni olahan es dan jus durian yang hits itu.

Selain itu, tempat ini cocok sekali sebagai tempat berkumpul dengan keluarga sekadar untuk menikmati semilir angin dan hawa dingin khas pegunungan ditemani alunan gending Jawa yang disajikan secara live oleh paguyuban gamelan.

Tak hanya itu, ada yang menarik di Fresh Green setiap hari minggu dan libur. Di sana, ada belajar menganyam rotan gratis dan hasilnya bisa dibawa pulang. Muji dan Mustaqim, warga Gresik yang memang dipanggil pengelola tempat wisata ini untuk setiap memberikan pelatihan gratis kepada pengunjung selama satu hari penuh, dari pukul 10.00 - 17.00 WIB, sesuai jam buka tempat wisata tersebut.

Menurut kedunya, setiap minggu selalu ramai orang tertarik belajar menganyam rotan. Dari hanya sekadar melihatnya menganyam rotan yang sudah diberi pewarna, hingga belajar dengan serius.

Ada anak-anak kampung bawah yang tak pernah absen belajar menganyam. Ada pula ibu-ibu dari luar kota yang beberapa minggu ini antusias datang untuk mendalami keterampilan menganyam.

Setiap minggunya, disediakan sekitar lima kilogram rotan berdiameter kecil. Bentuk yang paling gampang diajarkan adalah benda-benda yang berpola dasar lingkaran, seperti piring, keranjang buah, dan tempat pensil.

Jadi, Fresh Green bisa dijadikan rekomendasi sebagai wisata menyenangkan dan edukatif untuk keluarga. Bayangkan, satu keluarga datang ke sana, anak-anak bermain outbound murah meriah, orangtua atau remaja belajar menganyam rotan gratis dan bisa membawa pulang hasilnya.

Sembari mendengarkan alunan gending Jawa yang menenteramkan jiwa. Jika sedang sepi, satu pengunjung bisa membawa lebih dari satu hasil karyanya lho. Lumayan kan? Bila kurang puas dengan hasil kreasi sendiri, pengunjung bisa membeli karya Muji dan Mustaqim. Harganya berbeda-beda sesuai kerumitan anyaman rotan.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help