Berita Surabaya

Pedagang Pasar Keluhkan Sepi Pembeli, Sebut Tak Layak Jika Ada Tambahan Pajak

Pedagang pasar yang dikelola Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) mengeluhkan sepinya pasar.

Pedagang Pasar Keluhkan Sepi Pembeli, Sebut Tak Layak Jika Ada Tambahan Pajak
surya/fatimatuz zahroh
Kondisi Pasar Blauran Surabaya yang sepi pembeli, Jumat (21/4/2017) 

Meski nilainya relatif tidak besar, namun ia meminta adanya pajak juga disesuaikan dengan kondisi pelayanan pasar.

Jika kondisi pasar sepi seperti ini, ia merasa kurang adil dan tidak seimbang.

"Pasarnya ini sepi, ya kalau ramai, terus penghasilan kita jadi besar itu mungkin nggak berat," ulasnya.

Ia sendiri mengaku sudah 20 tahun berjualan di Pasar Blauran. Dan sejauh ini menurutnya PDPS kurang inovasi dalam menarik pengunjung.

Sepinya kondisi Pasar Blauran ini juga terlihat di lantai dua.

Di sana banyak terdapat pedagang baju. Namun lebih sepi dibandingkan dengan kondisi pasar di lantai satu.

Stan banyak yang tidak buka ditinggal pedagang dan menimbulkan kondisi suram.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya Khalid menyebutkan penerapan pajak ini akan diwajibkan dalam waktu dekat.

Hal itu dilakukan agar PDPS bisa lebih cepat melunasi tunggakan pajak Rp 8 miliar ke Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur.

"PDPS akan segera sosialisasi. Semoga bulan Mei sudah bisa diberlakukan pajaknya, besarnya sepuluh persen dari sewa stan PDPS," katanya.

Selama ini pedagang memang tidak pernah dipungut pajak.

"Tapi kondisinya ternyata berkata lain, harus sesuai aturan dan mereka harus ditarik pajak," tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help