Surya/

Berita Surabaya

Pedagang Pasar Keluhkan Sepi Pembeli, Sebut Tak Layak Jika Ada Tambahan Pajak

Pedagang pasar yang dikelola Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) mengeluhkan sepinya pasar.

Pedagang Pasar Keluhkan Sepi Pembeli, Sebut Tak Layak Jika Ada Tambahan Pajak
surya/fatimatuz zahroh
Kondisi Pasar Blauran Surabaya yang sepi pembeli, Jumat (21/4/2017) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pedagang pasar yang dikelola Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) mengeluhkan sepinya pasar.

Salah satunya di Pasar Blauran. Saat SURYA.co.id ke sana, Jumat (21/4/2017), kondisi pasar tampak sepi.

Tak banyak pengunjung yang datang dan membeli dagangan para pedagang.

Pasar yang menawarkan barang dagangan berupa konveksi, perabotan plastik, emas dan juga beberapa stan makanan itu tidak begitu ramai.

Bahkan banyak stan yang tutup sehingga menciptakan lorong-lorong gelap.

Ifah Rosalina, salah satu pedagang Pasar Blauran mengaku kondisi pasar cenderung sepi sejak tiga tahun belakangan.

"Sepi, seharian paling hanya tiga sampai empat pembeli. Sehari paling dapat cuman Rp 200 ribu," kata Ifah yang menjual aneka tas sekolah ini.

Terkait rencana PDPS untuk menerapkan pajak turut ditanggap Ifah. Menurutnya, selama ini belum ada sosialisasi dari pengelola pasar.

"Waduh, berarti uang sewa pasar akan lebih besar. Padahal sebulan saya sudah bayar Rp 600 ribu lho untuk delapan stan. Belum biaya listrik," ujarnya.

Ia mengaku kurang setuju jika ada penerapan pajak tersebut.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help