Surya/

Berita Gresik

Nur Muzara: Tak Menyesal Gagal Pramugari

Tak sedikit pun rasa marah ataupun membangkang saat sang ibunda memintanya untuk kuliah di Akademi Kebidanan (Akbid).

Nur Muzara: Tak Menyesal Gagal Pramugari
surya/mohammad Romadoni
Nur Muzara 

SURYA.co.id | GRESIK - Sebagai anak patuh dan berbakti, Nur Muzara (21) berusaha menurut yang diminta orang tua.

Walau gadis cantik ini rela mengubur dalam-dalam keinginannya menjadi pramugari yang sudah diimpikan sejak SMA.

Tak sedikit pun rasa marah ataupun membangkang saat sang ibunda memintanya untuk kuliah di Akademi Kebidanan (Akbid) Delima Persada Jalan Proklamasi Kabupaten Gresik.

Zara, panggilan Nur Muzara, menyadari keputusan sang ibunda yang melarang menjadi pramugari mempunyai tujuan baik, yakni semata-mata demi masa depannya.

Wanita asal Dusun Pulorejo Desa Sukoanyar Kecamatan Cerme itu tetap enjoy menjalani kesehariannya, meski gagagal mencapai impiannya.

Zara memutuskan menuruti ibunda menjadi seorang bidan setelah lulus dari SMK Negeri 1 Cerme 2014 silam.

“Pokoknya harus nurut apa kata Mama. Itu juga demi kebaikanku juga,” ujar Zara yang lulus dari jurusan Kimia Analisis, Jumat (21/4/2017).

Bungsu dari dua bersaudara ini berusaha beradaptasi di dunia kesehatan yang baru digelutinya.

Meski sempat tertatih-tatih saat mengikuti masa Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) ia tak pernah menyesal ataupun mengeluh.

Gadis behidung mancung ini selalu membiasakan diri mengikuti ritme proses pembelajaran kampus.

“Awalnya sangat berat. Lima hari Ospek sangat berat menjalaninya. Namun, mau bagaimana lagi, ini sudah keinginan orang tua harus saya lakukan,” ungkap phobia terhadap cacing tanah ini.

Seiring berjalannnya waktu, Zara mulai terbiasa dan menyukai dunia kesehatan yang telah digeluti selama dua tahun tersebut.

Sampai akhirnya, ia harus menyelesaikan tugas akhir untuk memperoleh gelar Diploma III (DIII).

Namun, dia sangat bersyukur kini sudah semester IV dan mulai konsentrasi mengerjakan tugas akhir.

“Tuhan sudah memberikan tanda-tanda keahlian kita. Namun kitanya saja yang masih ‘ngeyel’. Mungkin jodoh saya di bidang kesehatan,” pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help