Berita Surabaya

Nobar Film Kartini, Gus Ipul Ajak Pakai Pakaian Daerah

The Premiere XXI Ciputra World Surabaya, salah satu bioskop premium di Surabaya dipenuhi pria berbusana tradisional. Ternyata, Gus Ipul penggagasnya..

Nobar Film Kartini, Gus Ipul Ajak Pakai Pakaian Daerah
surabaya.tribunnews.com/Achmad Pramudito
Gus Ipul berfoto bersama para penonton film Kartini lainnya, Jumat (21/4/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ada pemandangan berbeda di The Premiere XXI Ciputra World Surabaya, Jumat (21/4/2017). Pengunjung sinema kelas premium itu datang dengan atribut pakaian daerah berupa sorjan, busana khas Yogyakarta dan Solo, lengkap dengan blangkonnya. 

Setelah sempat menikmati jamuan di ruang lobi, para undangan yang terdiri dari pejabat SKPD di lingkungan Pemprov Jawa Timur, tokoh akademisi, dan pimpinan sejumlah media massa itu dilanjutkan dengan nonton bareng film Kartini yang dibintangi Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, dan Ayushita tersebut.

“Pakaian ini sengaja saya minta dipakai untuk mempertahankan kearifan lokal kita. Kita memang harus menjaga kearifan lokal yang baik, sementara yang membelenggu kita tinggalkan,” tegas H Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur di tengah acara Ngopi Bareng Sambil Nonton Film Kartini siang hari itu.

Pria yang akrab disapa dengan nama Gus Ipul ini menegaskan banyak sisi positif yang bisa dipelajari dari film Kartini.

“Kartini itu berjuang untuk kesetaraan, tetapi pada saat yang sama dia tetap setia pada keluarga. Dia jalani itu sambil membikin perubahan secaara sistematis,” ungkapnya.

Menurut Gus Ipul, sosok Kartini berusaha mempertahankan nilai lama yang baik sambil terima nilai baru yang lebih baik.

Semangat inilah yang jadi inspirasi untuk mendorong wanita-wanita di Jawa Timur agar makin berdaya dan kuat.

“Dampak dari penguatan itu adalah akan makin mempercepat proses pembangunan di wilayah ini, baik di sisi pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun politik, selain kegiatan rumah tangga atau domestik yang tetap mereka lakukan,” katanya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help