Berita Gresik

Ketua DPD PAN Gresik Gelar Doa Bersama Agar Pelaku Teror Molotov Cepat Tertangkap

Proses penyelidikan kasus teror yang mengancam nyawa Khamsun sekeluarga itu terkesan jalan di tempat.

Ketua DPD PAN Gresik Gelar Doa Bersama Agar Pelaku Teror Molotov Cepat Tertangkap
surya/mohammad romadoni
Khamsun bersama rekan menggelar doa bersama agar polisi dapat menangkap pelaku aksi teror molotov, Jumat (21/4/2017). 

 SURYA.co.id | GRESIK - Satu bulan berlalu, penanganan aksi teror molotov yang dialami ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Gresik, Khamsun masih belum menemui titik terang.

Semenjak tiga sketsa wajah terduga pelaku diumumkan, Kamis (6/4/2017) proses penyelidikan kasus teror yang mengancam nyawa Khamsun sekeluarga itu terkesan jalan di tempat.

Para pelaku yang melempar molotov hingga membuat kanopi teras rumah korban di Jalan Marabahan, Desa Suci Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik terbakar sampai saat ini masih misterius.

Wakil Ketua Bagian Hukum DPC PAN Kabupaten Gresik, Umi Khulsum percaya kinerja kepolisian Polres Gresik akan dapat memangkap para pelaku sekaligus 'dalang' aktor intelektual dibalik teror molotov.

"Kami menggelar doa bersama agar polisi segera bisa mengusut tuntas kasus tersebut," terang Umi Khulsum kepada SURYA.co.id, Jumat (21/4/2017).

Umi Khulsum menilai kejadian dialami Khamsun merupakan tanggung jawab bersama aparat penegak hukum untuk dapat secepatnya mengungkap kasus teror molotov.

Di sisi lain sebagai rekan Khamsun, pihaknya terus memberikan perhatian dan dukungan sekaligus mengawal proses penyelidikan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Gresik.

"Kami sangat bersyukur atas kepedulian semua rekan-rekan dan perhatian dalam kasus yang dihadapi bapak Khamsun," ungkapnya.

Untuk diketahui, kediaman Khamsun dilempar molotov oleh orang tak dikenal, Minggu (19/3/2017) pukul 00.30 WIB.

Meski dalam kejadian itu tak ada korban jiwa dan kerugian materil minim, aksi teror itu menimbulkan trauma bagi korban.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help