Sambang Kampung

Kampung Mulyosari Utara: Warga Terapkan Denda demi Zero Waste

“Jadi, misalnya ada pertemuan PKK, maka nggak boleh ada botol plastik, harus gelas. Nggak boleh ada wadah styrofoam, nggak boleh ada mika.”

Kampung Mulyosari Utara: Warga Terapkan Denda demi Zero Waste
surya/achmad zaimul haq
Kampung bersih Mulyosari Utara. Ketua RT memang sapanduk imbauan agar warga berperilaku bersih dan gotong royong. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga kampung Mulyosari Utara RT 11 RW 1 ini juga memiliki kebiasaan unik, yaitu menggalakkan kampung zero waste atau nol sampah.
Dalam setiap pertemuan PKK, warga tidak boleh melibatkan sampah plastik.

“Jadi, misalnya ada pertemuan PKK, maka nggak boleh ada botol plastik, harus gelas. Nggak boleh ada wadah styrofoam, nggak boleh ada mika,” ujar Ketua RT 11 Sri Endah Nurhayati.

Jika tuan rumah menyuguhkan botol plastik maka dikenakan denda Rp 5.000. Begitu juga kalau ada platik mika didenda Rp 10.000. Sedang jika menyuguhkan styrofoam, yang paling bahaya untuk lingkungan denda Rp 50.000.

“Tisu pun kami nggak biasakan. Kalau ada yang pakai tisu denda Rp 5.000 dan masuk ke kas. Makanya warga sini sudah terbiasa menggunakan serbet,” ujar Endah.

Serbet, lanjutnya, termasuk bahan yang bisa digunakan berulang. Jika kotor pun bisa dicuci dan dipakai lagi.

Ketika ada suguhan yang dibawa pulang dalam acara pertemuan PKK, warga kampung Mulyosari Utara membiasakan diri membawa tepak atau wadah kemana-mana.

Kebiasaan itu, kata Endah, memang tidak mudah pada awalnya. Namun, bukan berarti tidak bisa diakukan. Yang paling penting, komitmen warga kampung terlebih dahulu. Kalau mereka sudah komitmen zero waste maka hal itu bisa dilakukan bersama-sama.

“Dengan kebiasaaan seperti ini maka setiap warga akan bisa mengurangi produksi sampah,” katanya.

Di kampung ini, untuk masalah sampah memang sangat diperhatikan. Mereka sudah empat tahun lebih menerapkan sistem pemilahan dan pengolahan sampah.

Sampah kering mereka kumpulkan dan sampah basah mereka olah menjadi pupuk organik.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help