Surya/

Berita Banyuwangi

Intensifikasi Pajak, Pemkab Banyuwangi Gelar Gathering Bersama Wajib Pajak

Banyak dari pelaku usaha seperti restoran yang memaksimalkan pajak, dengan menggunakan tax monitor.

Intensifikasi Pajak, Pemkab Banyuwangi Gelar Gathering Bersama Wajib Pajak
surya/haorrahman
Gathering Pemkab Banyuwangi bersama wajib pajak 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Banyuwangi telah banyak mengalami perkembangan. Demikian juga geliat ekonominya.

Banyak bidang usaha yang terus mengalami peningkatan. Untuk intensifikasi pendapatan dari sektor pajak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), mengundang para wajib pajak untuk gathering bersama, di Pendopo, Banyuwangi, Jumat (21/4/2017).

Para pelaku usaha di Banyuwangi seperti restoran, hotel, perbankan, travel agen, dan bidang usaha lainnya hadir dalam gathering tersebut.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, saat ini Banyuwangi terus berbenah.

Berbagai pembangunan mulai dari bandara, infrastruktur jalan, destinasi wisata dan lainnya, serta beragam kegiatan yang menggerek perekonomian telah dilakukan Banyuwangi.

Sehingga sudah selayaknya bagi pelaku usaha di Banyuwangi, melakukan intensifikasi pajak agar pendapatan daerah turut meningkat.

Apalagi pendapatan dari pajak, juga kembali diperuntukkan untuk pembangunan Banyuwangi.

"Kami yakin para wajib pajak di Banyuwangi bisa turut serta dalam pembangunan di Banyuwangi. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pendapatan dari pajak terus mengalami peningkatan," kata Anas.

Banyak dari pelaku usaha seperti restoran yang memaksimalkan pajak, dengan menggunakan tax monitor.

Dengan tax monitor membuat pendapatan pajak dari bidang usaha lebih maksimal.

Tax monitor digunakan sejak Desember 2016 lalu. Saat ini terdapat 9 restoran yang telah menggunakan tax monitor. Tahun ini, akan ditambah 26 restoran yang akan menggunakan tax monitor.

Selain itu, Anas juga berharap agar notaris bisa menetapkan harga tanah maupun properti seperti harga pasar. Ini agar pendapatan dari pajak tanah dan properti juga maksimal.

Saat ini, seiring peningkatan ekonomi di Banyuwangi, transaksi akan kebutuhan tanah dan properti mengalami peningkatan.

Kepala Bapenda Banyuwangi, Naiful Huda, mengatakan sejak 2012, pendapatan pajak terus meningkat. Terakhir pada 2016, target Banyuwangi setelah PAK Rp 353.260.988.692, dan terealisasi sebesar Rp 367.939.934.394.

"Tahun ini kami ingin lebih memaksimalkan pendapatan daerah dari pajak. Karena itu, kami lebih intens menjalin komunikasi dengan para wajib pajak dari pelaku usaha," kata Huda. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help