Surya/

Berita Properti

Harga Lahan di Surabaya dan Sidoarjo Mahal, Pengembang Properti Lirik Wilayah Mojokerto

Semakin tingginya harga lahan di Surabaya dan Sidoarjo membuat para pengembang properti kian melirik Wilayah Mojokerto.

Harga Lahan di Surabaya dan Sidoarjo Mahal, Pengembang Properti Lirik Wilayah Mojokerto
properti.kompas.com
ilustrasi properti 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mahalnya harga lahan di Surabaya dan Sidoarjo, membuat developer mulai melirik wilayah Mojokerto. Salah satunya, PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group yang membidik wilayah Trawas untuk proyek resort bernama Imperial Izumi Resort. 

Direktur pemasaran AKI Group Hans Herwin, mengatakan meski lahan di Surabaya dan Sidoarjo sudah mahal, namun investasi di wilayah Jatim masih sangat menarik.

"Apalagi pertumbuhan ekonomi Jatim pada tahun ini diproyeksikan menyentuh angka 5,7 persen - 6,1 persen. Seiring dengan perbaikan konsumsi pemerintah dan swasta, indikasi ini menjadi sinyal yang positif bagi pemasaran produk kami," jelas Hans, Jumat (21/4/2017).

Selain pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik, sektor investasi juga mulai memperlihatkan pemulihan fantastis, dimana selama empat tahun terakhir sektor investasi di Jatim selalu masuk tiga besar terbaik di Indonesia dan hingga tahun lalu nilai investasi di Jatim mencapai Rp 350 triliun.

Melihat baiknya tren pertumbuhan ekonomi di Jatim ini, Hans optimis bahwa pemasaran Imperial Izumi Resort di Trawas dan Tavisamira Resort di Bali, yang akan dilaunching pada 25 April 2017 di Surabaya, akan lebih cepat mendapat respon dari para investor dan konsumen.

"Untuk proyek di Trawas, melalui anak perusahaan PT Anugerah Selaras, kami membangun sebanyak 105 unit vila di lahan seluas sekitar 2,5 hektar dengan nilai investasi sekitar Rp 150 miliar. Imperial Izumi Resort ini merupakan proyek ke empat setelah The Leaf Boutigue Resort di Bogor, Bhuvana Village Regency di Tangerang dan Tavisamira Resort di Bali," jelas Hans.

Pembangunan vila yang dijual mulai dari Rp 1,5 miliar ini akan mengusung konsep private pool, dimana setiap unit vila akan tersedia kolam renang pribadi. Tidak hanya itu, pengelolaan vila bergaya Jepang ini juga akan menggunakan standar hotel bintang lima. Adapun tipe yang ditawarkan adalah tipe 100 meter dan 150 meter.

Selain AKI Group, perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) juga agresif dalam memasarkan produk komplek industri Ngoro Industrial Park yang juga ada di wilayah Mojokerto. Proyek ini bernilai Rp 386 miliar dengan luasan mencapai 20,3 hektar.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, memperkirakan kondisi pasar properti nasional akan berangsur-angsur membaik tahun ini. Perseroan akan terus berupaya untuk mengeksekusi sejumlah strategi pemasaran dan pengembangan untuk mencapai target marketing sales tahun ini.

Dari total perolehan marketing sales triwulan I triwulan ini kontributor terbesar berasal dari segmen pengembangan mixed-use dan high rise senilai Rp118 miliar, atau 37 persen dari  keseluruhan.

Kontributor terbesar berikutnya berasal dari segmen Properti Investasi yang merupakan pendapatan berulang (recurring income) senilai Rp 82 miliar atau 26 persen dari keseluruhan.

Menurut Archied, Intiland akan terus berupaya untuk memperkuat pendapatan dari segmen properti investasi untuk meningkatkan porsi kontribusi recurring income.

“Beroperasinya perkantoran terpadu South Quarter di Jakarta dan hasil penyewaan Standard Factory Building (bangunan pabrik standar) di Ngoro Industrial Park menjadi motor pendorong peningkatan kontribusi pendapatan berulang," jelasnya.

Kontribusi segmen pengembangan kawasan perumahan tercatat memberikan kontribusi
marketing sales senilai Rp 68 miliar atau setara 21persen dari keseluruhan. Sementara segmen
pengembangan kawasan industri memberikan kontribusi sebesar Rp50 miliar atau 16 persen
dari keseluruhan.

Tags
Mojokerto
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help