Berita Malang Raya

Gara-gara Benda di Balik Bra Perempuan ini, Polisi se Malang Raya Geger

Bra Pembawa Musibah. Gara-gara Benda di Balik Bra ini Polisi se Malang Raya Kalang Kabut.

Gara-gara Benda di Balik Bra Perempuan ini, Polisi se Malang Raya Geger
net
Ilustrasi Bra 

SURYA.co.id | MALANG - Pembawa gergaji untuk memotong jeruji besi atap kamar mandi Mapolres Malang yang membuat 17 tahanan kabur akhirnya ditangkap.

Tertangkapnya pembawa gergaji ini dari keterangan lima tahanan yang sempat melarikan diri dan tertangkap kembali.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengungkapkan, sosok pembawa gergaji itu adalah Istianatul Khoiriyah, ibu rumah tangga warga desa Putatlor kecamayan Gondanglegi yang juga isteri salah satu tahanan yang melarikan diri dan telah tertangkap kembali, Abdur Rohman.

"Pembawa gergaji besi itu saat ini sudah kami tangkap tadi pagi, dan sudah ditahan dengan tuduhan membantu melarikan diri tahanan Polres Malang," kata Yade Setiawan Ujung, Jumat (21/4/2017).

Masuknya gergaji besi sepanjang 12 cm ke dalam tahanan tersebut berawal dari tahanan bernama Abdur Rohman meminta isterinya ketika membesuk pada Selasa (11/4/2017).

Selanjutnya gergaji besi ukuran kecil yang telah dipesan tersebut diserahkan kepada tahanan oleh isterinya pada Jumat (14/4/2017).

Lolosnya gergaji besi kecil dari pemeriksaan petugas jaga tahanan dimungkinkan karena disembunyikan di BH (Bra) atau di panyudara.

Foto Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung memperlihatkan gergaji besi kepada tersangka pembawa yang diserahkan ke suaminya di tahanan Polres Malang saat membesuk, Jumat (21/4).
Foto Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung memperlihatkan gergaji besi kepada tersangka pembawa yang diserahkan ke suaminya di tahanan Polres Malang saat membesuk, Jumat (21/4). (surya/ahmad amru)

Ketika besuk tersebut, gergaji besi diambil sendiri dari BH isterinya oleh Abdur Rohman sehingga tidak kelihatan.

"Petugas jaga semuanya laki-laki dan mungkin karena menjaga etika kesopanan tidak memeriksa BH dari isteri tahanan yang membesuk. Namun seluruh barang bawaanya diperiksa petugas jaga, dan untuk kepastiannya masih terus dilakukan pendalaman," ucap Yade Setiawan Ujung.

Diduga, ungkap Yade Setiawan Ujung, setelah tahanan bernama Abdur Rohman mendapatkan gergaji besi maka mulai saat itu dilakukan penggergajian jeruji besi di atap kamar mandi tahanan secara bergantian. Pemotongan jeruji besi yang dilakukan itu membutuhkan waktu lima hari hingga akhirnya bisa di putus dan dibengkokkan semuanya pada Rabu (19/4/2017) sehingga bisa digunakan oleh 17 tahanan untuk melarikan diri.

"Jadi sementara inisiator dari kaburnya 17 tahanan itu Abdur Rohman dan Noer Hadi, untuk bagaimana sampai penggergajian jeruji besi sampai tidak didengar penjaga masih terus kami dalami," ucap Yade Setiawan Ujung.

Untuk pembawa gergaji tersebut, tambah Yade Setiawan Ujung, dijerat dengan pasal 223 KUHP tentang membantu melarikan diri tahanan dan Pasal 170 KUHP tentang perusakan karena akibat barang yang dibawa menjadikan tahanan Polres Malang rusak, atau Pasal 406 KUHP tentang perbuatan merusakkan barang dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan penjara.

"Jeratan pasal untuk tersangka pembawa gergaji bisa bertambah sesuai dari hasil pengembangan pemeriksaan," tandas Yade Setiawan Ujung.

Sementara tersangka pembawa gergaji besi, Istianatul Khoiriyah tidak memberikan keterangan apapun ketika ditanya para wartawan di Mapolres Malang. Tersangka hanya tertunduk di ruang pemeriksaan Polres Malang. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help