Berita Banyuwangi

Festival Kebaya Banyuwangi: Dari Fashion Lokal Menuju Persaingan Internasional

Di gelaran pertama ini, Fashion Show mengusung tema Gandrung, yang merupakan nama tarian tradisional Banyuwangi.

Festival Kebaya Banyuwangi: Dari Fashion Lokal Menuju Persaingan Internasional
surya/haorrahman
Sejumlah peserta Festival Kebaya Banyuwangi bergaya di hadapan para penonton. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kebaya merupakan busana asli Indonesia. Seluruh daerah di Indonesia telah mengenal kebaya, dan diwariskan secara turun menurun.

Menangkap potensi fashion lokal itu, Banyuwangi menggelar Festival Kebaya, 21-22 April 2017.

Ini merupakan Festival Kebaya terbesar yang digelar pertama kali di Indonesia.

Di gelaran pertama ini, Fashion Show mengusung tema Gandrung, yang merupakan nama tarian tradisional Banyuwangi.

Selama ini, kebaya banyak dijadikan sebatas seremoni saja.

Busana kebaya baru ramai dipakai saat seremoni terutama pada Hari Kartini. Beberapa acara yang meng

"Kebaya tak asing lagi di Indonesia. Tapi belum ada yang menjadikan salah satu kekayaan budaya negeri, sebagai ajang budaya maupun bisnis. Inilah yang kami tangkap," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (21/4/2017).

Di hari pertama, Festival Kebaya digelar di Green Airport Banyuwangi, Jumat (21/4/2017).

Di hari pertama ini, 100 desainer dan model lokal menampilkan karya-karyanya.

Mereka meragakan beragam busana kebayanya dengan berjalan di catwalk pelataran bandara dengan konsep hijau tersebut.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help