Citizen Reporter

Ah Mari Kita Bicara Kawan …

lawan bicara gagal paham dengan yang apa Anda coba jelaskan? mari instrokpeksi, jangan-jangan cara Anda menyampaikannya kurang tepat..

Ah Mari Kita Bicara Kawan …
pixabay
ilustrasi 

Reportase Bagus Rachmad Saputra
Mahasiswa Jurusan Administrasi Universitas Negeri Malang

TERNYATA berbicara langsung kepada lawan bicara bukan hal yang mudah karena membutuhkan keterampilan bicara. Keterampilan berbicara inilah yang menjadi dasar mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan pelatihan public relation, Sabtu (8/4/2017) lalu.

Diselenggarakan di Gedung A3 UM dengan pemateri Tania, mantan Divisi Public Relation Lazada, penyedia jasa belanja berbasis online dan Risa Amarisa, psikiater. Keduanya berbagi materi tentang komunikasi verbal dan non verbal serta keterampilan berbicara di depan umum.

“Bicara itu butuh keterampilan dan kita harus tahu dulu dengan siapa berbicara dan bagaimana cara kita bicara yang seharusnya,” kata Tania.

Kegiatan berbicara menjadi penting ketika mewakili organisasi tempat kita bekerja atau belajar karena setiap ucapan yang disampaikan kepada orang lain akan menjadi penilaian balik orang lain pada kita dan lembaga tempat kita bekerja atau belajar.

Komunikasi menjadi efektif apabila kita mampu menyampaikan pesan informasi secara efektif kepada orang lain yang menerima informasi. Gaya tubuh dan sikap juga mempengaruhi ketika berbicara dengan orang lain.

Harus diperhatikan betul ketika sedang berbicara di depan umum dan menyampaikan sesuatu agar orang lain paham dan tahu apa tujuan dan maksud pesan yang disampaikan lewat pembicaraan.

Materi kedua yang disampaikan Risa berkaitan dengan bahasa tubuh ketika berbicara dengan orang lain. “Sebelum berbicara kita harus bersikap baik, salah satunya menatap mata lwan bicara dan memperkenalkan diri lalu tersenyum agar orang lain merasa nyaman," ujar Risa.

Di era globalisasi dimana teknologi sudah semakin maju dan menunjang aktivitas manusia, kemampuan berbicara tak boleh disepelekan. Terutama ketika menerima komplain dari orang lain sebagai pelanggan dan cara memberikan pelayanan yang baik adalah dengan berbicara sesuai dengan etika dan estetika.

Sedangkan bagi mahasiswa kemampuan berbicara yang baik menjadi bekal dalam mengikuti proses perkuliahan, salah satunya presentasi di kelas saat kuliah.

Berbicara memang tidak mudah butuh kesabaran dan kemauan untuk belajar meningkatkan kemampuan berbicara.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help