Surya/

Berita Malang Raya

VIDEO - 53 Tahanan Polres Malang Dipindahkan ke Lapas, Begini Suasananya

Setelah sejumlah tahanan kabur, Polres Malang akhirnya menitipkan sebanyak 53 tahanan ke Lembaga Pemasyarakatan. Ini alasannya...

SURYA.co.id | MALANG - Setelah insiden kaburnya sejumlah tahanan, Polres Malang menitipkan 53 tahanan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP), Malang, Kamis (20/4/2017).

Dari jumlah itu, sebanyak 38 orang adalah tahanan pria dititipkan ke LP Lowokwaru. Sedangkan sisanya sebanyak 15 tahanan perempuan, dititipkan ke LP Wanita di Sukun, Malang. 

Wakapolres Malang, Kompol Deky Hermansyah menjelaskan, jumlah tahanan yang telah ditipkan ke LP tersebut dirasa sudah cukup. Namun bila dinilai perlu kembali ada tambahan penitipan tahanan maka akan dikoordinasikan dengan pihak LP.

"Jadi kami melakukan penitipan tahanan sesuai dengan keperluan. Selain untuk mengatasi kelebihan jumlah tahanan juga untuk kepentingan rehab dan perbaikan ruang tahanan," kata Deky Hermansyah, Rabu (20/4).

Dijelaskan Deky Hermansyah, dalam rangka untuk mengurangi jumlah tahanan, pihaknya juga telah meminta adanya percepatan proses pelimpahan tahanan ke Kejaksaan. Hal itu dilakukan dengan mentargetkan pelimpahan berkas dan tahanan serta barang bukti dibawah 20 hari. Dengan demikian tahanan yang ada di Polres Malang bisa dikurangi.

"Untuk itu, kami telah berkoordinasi dengan Kejaksaan dalam upaya mempercepat pelimpahan berkas dan tahanan," ucap Deky Hermansyah.

Memang, diakui Deky Hermansyah, soal kondisi ruang tahanan Polres Malang yang sudah tua dan jumlah tahanan melebihi kapasitas menjadi perhatian serius pasca kaburnya 17 tahanan dari tahanan Polres Malang.

Untuk itu, selain telah memasang kamera CCTV di tujuh ruang tahanan serta sejumlah titik di Polres Malang, juga dilakukan perbaikan sejumlah bagian tahanan yang rusak oleh aksi 17 tahanan kabur, bangunan tahanan juga akan dilakukan rehab.

Sementara untuk kunjungan (besuk) ke para tahanan pada hari Selasa dan Jumat, dikatakan Deky Hermansyah, akan dilakukan pengetatan. Yakni dengan melakukan pemeriksaan barang bawaan yang dibawa pembesuk.

"Itu kami lakukan sebagai peningkatan kewaspadaan, dan hal itu tanpa mengurangi hak dari tahanan untuk dibesuk," tutur Deky Hermansyah.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help