Surya/

Berita Banyuwangi

Banyuwangi Buru Rumah Tak Layak Huni Milik Warga Miskin, ini Tujuannya

Pemkab Banyuwangi kian rajin 'berburu' rumah tak layak huni yang dimiliki dan ditinggali oleh warga miskin. Ternyata, ini alasannya...

Banyuwangi Buru Rumah Tak Layak Huni Milik Warga Miskin, ini Tujuannya
surabaya.tribunnews.com/Haorrahman
Bupati Anas saat mengunjungi rumah ibu Asnapah 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Program pengentasan kemiskinan terus digenjot oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Di antaranya dengan melakukan bedah rumah warga miskin.

Salah satu rumah yang dibedah adalah kediaman ibu Asnapah. Warga Dusun Panggang, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah.‎

“Kami sedang fokus untuk melakukan pengentasan kemiskinan. Setiap warga miskin yang tinggal sebatang kara dengan rumah yang tidak layak langsung kita tangani. Rumahnya kita bedah, diberi bantuan sembako secara reguler, dan juga pemeriksaan kesehatan rutin dari Puskesmas terdekat,” papar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat meninjau langsung kediaman Asnapah yang sedang dibangun, Kamis (20/4/2017).

Anas mengatakan program ini dilakukan secara bergotong royong dengan banyak pihak. Anas menyadari tidak mungkin menangani masalah kemiskinan ini hanya dengan tangan pemkab.

"Seperti rumah bu Asnapah ini, ada bantuan dari TNI AD, jadi semua harus sinergis. Bahkan, kami juga mengajak PLN untuk segera mengalirkan listrik ke rumah warga miskin. Dananya susah tersedia," jelas Anas.

Selain itu, Anas telah mendelegasikan ke tingkat desa untuk program bantuan yang bersifat primer bagi warga miskin. Seiring itu, imbuh dia, Pemkab menambah dana transfer daerah ke desa untuk membantu penanganan kasus-kasus yang butuh penanganan cepat.

“Akan sangat lambat jika penanganan warga miskin ini, harus menunggu persetujuan bupati. Jadi, biar cepat diatasi kami mendistribusikan kebijakan hingga ke tingkat desa,” tuturnya.

Pada tahun 2017 ini, pemkab telah memberikan instruksi kepada desa untuk mengalokasikan anggaran bedah rumah bagi warganya. Tercatat APBdes telah menganggarkan Rp 9,1 miliar untuk merenovasi 969 rumah tak layak.

Camat Glagah Astorik menjelaskan bahwa rumah Mbah Nduk – panggilan akrab Asnapah, ini telah direnovasi sejak satu minggu lalu. Dia tinggal sebatang kara di sebuah rumah tak layak huni yang menumpang di tanah orang.

“Suami dan dua orang anaknya telah meninggal. Sekarang tinggal saudara iparnya, Samih, yang juga tinggal sendiri,” ungkap Astorik.

Dengan kondisi demikian, kepala desa setelpat lalu berinisiatif untuk melakukan relokasi ke tanah almarhum kakaknya, Darmin, yang kini ditempati oleh saudara iparnya, Samih. Relokasi ini sekaligus merenovasi kediaman Mbah Nduk

“Agar lebih nyaman tinggal berdekatan dengan keluarga. Selain itu, juga lebih mudah untuk memantau perkembangannya. Karena keduanya merupakan janda lanjut usia yang harus dibantu,” pungkas Astorik. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help