Berita Politik

Suko Widodo: Mengusung Djarot di Pilgub Jatim, PDIP Butuh Tenaga Ekstra

"Kalau mau membawa Djarot ke Jawa Timur, bisa saja. Tapi PDIP harus mengeluarkan banyak tenaga. Butuh tenaga ekstra," kata Suko.

Suko Widodo: Mengusung Djarot di Pilgub Jatim, PDIP Butuh Tenaga Ekstra
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Suko Widodo 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengamat politik Universitas Airlangga Surabaya (Unair) Suko Widodo menandaskan potensi mengusung Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada mendatang memang ada.

Meskipun demikian, Partai Demorasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai yang saat ini menaungi Djarot harus bekerja ekstra.

"Kalau mau membawa Djarot ke Jawa Timur, bisa saja. Tapi PDIP harus mengeluarkan banyak tenaga. Butuh tenaga ekstra," kata Suko kepada Surya.co.id, Rabu (19/4/2017).

Ada beberapa alasan mengapa peluang Djarot untuk memenangkan Pilkada Jatim ini cukup kecil.
Pertama, kedekatan Djarot dengan organisasi non politik di Jatim yang dirasa masih kurang. Saat ini, Djarot terlalu identik dengan partainya.

"Sehingga berbeda dengan kultur di Jatim yang merupakan basis organisasi non partai. PDIP selaiknya mengusung kader yang dekat dengan organisasi non partai," jelasnya.

Alasan kedua, pengalaman Djarot sebagai walikota Blitar dianggap tak cukup menarik bagi masyarakat di Jatim. Apalagi, hal itu telah terjadi tujuh tahun yang lalu, yakni pada periode 2000-2010.

Sehingga, menurut Suko, apabila PDIP ingin mengusung Djarot, maka diibaratkan seperti mengusung kader baru.

Perlu waktu lebih banyak untuk memperkenalkan kepada masyarakat dibandingkan dengan kader lain.

Alasan berikutnya, kekalahan di pilkada DKI Jakarta juga bukanlah sebuah modal yang berharga. Apalagi, pencalonan Djarot hanya sebagai wakil.

"Calon yang sudah kalah di sebuah daerah, sepertinya akan kehilangan peminat di daerah lain. Apalagi Djarot hanya sebagai calon wakil gubernur. Sehingga kepopuleranya pun saya rasa tak cukup untuk bekal maju di Pilkada Jatim," kata Suko.

Meskipun demikian, saat ini belum terlambat bagi PDIP untuk mendeklarasikan Djarot sebagai kader yang diusung.

"Sisa waktunya tinggal setahun. Kalau ingin mencalonkan, ya mulai sekarang dikenalkan kepada masyarakat," pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help