Surya/

Berita Olahraga

Stok Pesilat Putri Minim, Pengcab IPSI Surabaya Gelar Kejuaraan Khusus Putri

Jumlah atlet pencak silat putri di Jatim cukup minim sehingga berdampak terhadap lemahnya regenerasi atlet. Inilah yang dilakukan sebagai solusinya...

Stok Pesilat Putri Minim, Pengcab IPSI Surabaya Gelar Kejuaraan Khusus Putri
surabaya.tribunnews.com/Dya Ayu
Para pesilat putri dari 15 Perguruan di Surabaya saat unjuk kebolahan di Gelanggang Remaja, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terdorong oleh alasan minimnya jumlah atlet putri pencak silat di Jawa Timur (Jatim), khususnya Surabaya, Pengcab Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Surabaya mencari bibit atlet dengan menggelar kejuaraan khusus pesilat putri.

Kejuaraan ini, adalah yang pertama kalinya digelar di Surabaya.

Bertempat di Gelanggang Remaja, Selasa (18/4/2017), kejuaraan yang diberi nama Piala Dharma Lautan Utama II ini diikuti 137 pesilat putri dari 15 perguruan pencak silat di Surabaya.

"Di Jawa Timur atlet putri cukup minim. Sementara di Surabaya sekarang ada beberapa atlet putri yang selama ini menjadi andalan Jawa Timur sudah tidak bisa lagi bertanding. Seperti sudah menikah dan kendala lainnya, sehingga kami rasa perlu mengadakan kejuaraan ini," kata Ketua Umum Pengcab IPSI Surabaya, Bambang Haryo, Selasa (18/4/2017).

Selain mencari bibit pesilat putri juga untuk mempercepat regenerasi atlet, karena selain menciptakan atlet, Pengcab juga perlu mencari atlet pelapis.

"Atlet pelapis sangat penting karena beberapa kasus ada yang tiba-tiba mengakhiri karirnya karena alasan pendidikan dan menikah. Untuk itu kami ingin mengantisipasi," jelasnya.

Nantinya dari atlet yang terjaring dan memiliki potensi akan diikut sertakan untuk berlaga dalam Kejurda Piala Kartini yang digelar Pengprov IPSI Jatim, akhir April.

"Dari sini nanti akan kami ambil beberapa atlet untuk bertanding di Piala Kartini, sementara sisanya akan kami bina karena selain mencari atlet yang juara juga atlet yang berbakat," tutup Bambang.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help