Surya/

Berita Gresik

Marmi Hanya Bisa Pasrah saat Petugas Menemukan 'Barang' Ini di Dalam Warungnya

Jelang bulan Ramadan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Gresik gencar melakukan razia

Marmi Hanya Bisa Pasrah saat Petugas Menemukan 'Barang' Ini di Dalam Warungnya
surya/mohammad romadoni
Petugas Satpol PP Pemkab Gresik menyita puluhan miras di warung milik Marmi di Desa Lebani, Kecamatan Wringinanom, Selasa (18/4/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Jelang bulan Ramadan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Gresik gencar merazia penyakit masyarakat.

Hasilnya, petugas Satpol PP mengerebek kediaman seorang ibu rumah tangga bernama Marmi di Desa Lebani Kecamatan Wringinanom yang menjual minuman keras (miras) ilegal, Senin (17/4/2017).

Kabid Ketertiban Umum Sosial dan Masyarakat Satpol PP Pemkab Gresik, Moelyono mengatakan dalam giat operasi kali ini pihaknya menertibkan terkait Peraturan Daerah (Perda) minuman keras (miras) Nomer 15 Tahun 2002 jo Nomer 19 2004 tentang larangan miras.

"Dalam operasi ini kami mengamankan 23 miras tradisional, 62 botol bir putih dan 24 botol bir hitam," ungkap Moelyono kepada SURYA.co.id, Selasa (18/4/2017).

Menurut dia, sudah berulang kali pihaknya menegur dan memperingatkan warga, dilarang keras menjual miras secara ilegal.

Apalagi, sambung Moelyono, miras yang dijual kebanyakan orang itu adalah miras campuran alias oplosan.

"Tindakan tegas pasti kami lakukan terhadap setiap pedagang miras. Selain menyita puluhan botol miras kami juga membawa pemiliknya ke kantor untuk dibina," ujarnya.

Ditambahkannya, bagi pemilik miras akan dilakukan pendataan sekaligus diberlakukan wajib lapor selama dua kali dalam satu minggu.

"Nantinya, pemilik miras akan diadili di pengadilan dan akan dikenakan pasal tipiring. Biasanya dikenakan sanksi denda sekitar Rp 700.000 sampai di atas Rp 1.000.000," imbuhnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help