Travel

Lodji Besar Koffie & Djamoe : Nikmati Nasi Jagung di Bangunan Bersejarah

Cara meracik nasi babat dan nasi cumi ini dilakukan secara spesial karena menggunakan resep yang dipakai sejak nenek moyangnya.

Lodji Besar Koffie & Djamoe : Nikmati Nasi Jagung di Bangunan Bersejarah
surya/ahmad zaimul haq
Menu yang disajikan di Lodji Besar Koffie & Djamoe 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ingin santap menu yang tak biasa? Menu nasi babat usus atau nasi cumi masak hitam mungkin sudah biasa.

Tapi kedua menu itu jadi berbeda ketika ada pilihan pakai nasi jagung selain yang jamak, nasi putih.

Namun, Ferawati, juru masak di Lodji Besar Koffie & Djamoe mengaku cara meracik nasi babat dan nasi cumi ini dilakukan secara spesial karena menggunakan resep yang dipakai sejak nenek moyangnya.

“Saya tak pernah pakai bumbu yang banyak dipakai orang,” tegas wanita asal Madura ini.

Caranya, babat dan ususnya terlebih dulu diberi bumbu poyah (bubuk dari kerupuk udang yang biasa dipakai untuk soto).

Selain itu ditambah sambal bawang yang dicampur kunir, laos, bawang merah, bawang putih, ketumbar dan jinten.

Bumbu-bumbu itu pun sebelumnya diolah lewat proses penggorengan terlebih dulu lalu dikeringkan.

Babat yang sudah dilumuri bumbu ini kemudian dipresto agar meresap sampai ke bagian dalam daging selama 15 menit.

Saat menyajikan, nasi babat usus ini diberi kuah rempah. “Rempahnya bumbu jangkep (lengkap),” kata Ferawati.

Sedang untuk memproses cumi, sebelumnya dimasukkan ke dalam rendaman rempah agar hilang aroma amisnya. Air rendaman terdiri dari laos, daun jeruk, sereh, dan asam.

Halaman
12
Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help