Surya/

Liputan Khusus Longsor Ancam Jatim

Warga Nganjuk Khawatir Longsor Susulan : Sampai Sekarang Masih Sering Terasa Getarannya

Sampai sekarang masih sering terjadi lindu (gempa). Getarannya memang tidak besar, tapi terasa kalau sedang duduk.

Warga Nganjuk Khawatir Longsor Susulan : Sampai Sekarang Masih Sering Terasa Getarannya
surya/m taufik
Lokasi longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Kamis (13/4/2017). Beberapa permukiman penduduk di kawasan itu jugs dinyatakan rawan karena dekat dengan titik longsor. 

SURYA.co.id | NGANJUK - Peristiwa tanah longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, Minggu (9/4), masih membuat Suparni (54), waswas hingga sekarang.

Persoalannya, ia masih sering merasakan gempa dan suara ledakan pascalongsor.

“Sampai sekarang masih sering terjadi lindu (gempa). Getarannya memang tidak besar, tapi terasa kalau sedang duduk. Rasanya grek-grek, kayak tanah ditarik. Waktunya tidak tentu kadang siang kadang malam,” kata warga RT 1, RW 1, Dusun Dlopo, Kamis (13/4/2017).

Suparni tinggal tak jauh dari titik lokasi tanah longsor. Jarak rumahnya dengan titik longsor hanya 500 meter.

Rumahnya berada di lereng Gunung Wilis di samping tebing yang longsor. Di lokasi itu tinggal sekitar 100 kepala keluarga (KK).

“Selain merasakan getaran tanah, saya juga masih sering mendengar suara ledakan dari bawah,” ujarnya.

Hal sama dikatakan Sopingi (64). Bapak lima anak itu juga masih sering mendengar suara ledakan dari bawah tanah.

Terakhir, pada Rabu (12/4), bakda Isya, ia mendengar suara gemuruh. “Suaranya seperti geluduk (guntur), tapi di bawah (tanah) tidak di atas (langit),” katanya.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan masih terjadi retakan tanah di sekitar lokasi longsor.
Kondisi retakan tanah itu memungkinkan terjadi longsor susulan di Dusun Dlopo.

Untuk itu, petugas mensterilkan kawasan di sekitar titik longsor. Warga dilarang mendekat ke lokasi. Petugas memasang tanda-tanda bahaya longsor di beberapa titik.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help