Surya/

Berita Pasuruan

VIDEO - Lahan Masih Disengketakan, Pembangunan Tol Pasuruan - Probolinggo Tetap Jalan

Proyek pembangunan jalan Tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) di Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan terkendala sengketa lahan.

SURYA.co.id | PASURUAN - Proyek pembangunan jalan Tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) di Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan mengalami kendala. Sejumlah warga memprotes meminta pihak PPK Tol Paspro membayar ganti rugi tanah seluas 2,5 hektar yang dilewati tol.

Warga berasumsi tanah itu milik salah satu warga, Tarjan dan ahli waris lainnya. Sejauh ini, tanah itu tidak mendapatkan ganti rugi. Sebab, sesuai catatan dan data yang ada, tanah itu milik Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan tidak berhak mendapatkan ganti rugi berdasarkan ketentuan dan undang - undang yang berlaku.

Namun, sejumlah warga yang mengaku ahli waris tanah itu meminta ganti rugi atas pembangunan tol di tanah tersebut. Bahkan, dari ahli waris juga meminta pertanggung jawaban atas penerbitan sertifikat yang mengatasnamakan Dinas Pertanian Jatim. Padahal, warga mengklaim tanah itu merupakan tanah warisan dan dimiliki oleh sejumlah hak waris.

Pendamping ahli waris, Kosim mengatakan, tanah itu milik kliennya Tarjan dan delapan orang ahli waris lainnya. Tahun 1951, kata dia, tanah itu disewakan ke Dinas Pertanian Jatim, dalam jangka waktu 25 tahun.

Kala itu, Dinas Pertanian Jatim menyewa tanah untuk mengembangkan budidaya palawija. "25 tahun kemudian, tidak ada perjanjian ulang. Ahli waris kaget saat tahun 1997 sudah ada sertifikat tanah itu atas nama Dinas Pertanian Jatim," katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah sempat mempertanyakan hal itu ke sejumlah instansi terkait. Namun, semuanya mental, karena memang tanah itu milik Dinas Pertanian Jatim.

Padahal, pihaknya memiliki dokumen lengkap termasuk Letter C tanah tersebut. "Kami minta ganti rugi minimal. Maksimalnya kami minta tanah dengan luas total 8,2 hektar itu dikembalikan ke kami," jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi itu membuat ahli waris merugi miliaran. Semisal, ada kebijakan khusus, tanah milik ahli waris ini mendapatkan ganti rugi.

"Kami sudah ajukan gugatan ke pengadilan. Kami juga sudah siapkan sejumlah barang bukti, tinggal menunggu hasil dan keputusan persidangan saja," terangnya.

Sementara itu, PPK Tol Paspro Agus Minarno menanggapi hal itu dengn santai. Ia tetap menghormati keputusan warga dan ahli waris untuk membawa perkara ini ke meja hijau.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help