Surya/

Lifestyle

Dokter Farida Moenir SpM(K): Mata Rabun karena Pembawaan sejak Lahir

"Itu semua karena sejak lahir kondisi bola matanya tak normal. Ada yang terlalu cembung jadi rabun jauh, ada bola mata asimetris jadi rabun dekat."

Dokter Farida Moenir SpM(K): Mata Rabun karena Pembawaan sejak Lahir
surya/sudarma adi
Gambar kondisi mata. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dokter mata dari RS Mata Undaan, dr Farida Moenir SpM(K) menjelaskan, kondisi rabun, baik rabun jauh (miopi) atau rabun dekat (hipermetropi) dan silinder (astiqmatisme) disebabkan karena kondisi bawaan sejak lahir.

"Itu semua karena sejak lahir kondisi bola matanya tak normal. Ada yang terlalu cembung sehingga jadi rabun jauh, ada yang bola mata asimetris sehingga rabun dekat, dan kornea yang tak rata sehingga jadi silinder," paparnya.

Dia juga melihat, perilaku yang tak baik, seperti membaca sambil tidur atau berada di depan layar komputer hanya jadi pemicu terjadinya rabun.

Makanya, agar rabun mata tak semakin bertambah, maka si penderita memilih memakai kacamata atau kontak lensa.

Namun, pemakaian kacamata atau kontak lensa tak menyembuhkan rabun itu.

"Makanya, memang lebih baik memakai Lasik untuk menyembuhkan rabun mata," katanya.

Adapun Lasik merupakan teknologi laser yang berguna untuk menghilangkan rabun mata.

Caranya, sebagian kornea mata itu diiris atau dipotong agar cahaya objek yang diterima bisa mengenai retina.

Proses laser pada mata ini cukup cepat atau butuh waktu 15 menit saja. Proses ini tak sakit, karena sebelumnya sudah dibius lokal.

"Usai di-Lasik, penglihatan mata memang tak nyaman selama 3-4 jam, namun setelah itu pandangan lebih terang dan jelas. Pasca Lasik, pasien bisa kontrol selama tiga kali dan diberi obat," pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help