Surya/

Berita Gresik

Begini Cara Pengamen Gresik Kritisi Kinerja Pemerintah

"Kita tidak hanya mengamen tapi juga menyampaikan kesenian melalui media kaos," kata Rojer Haz.

Begini Cara Pengamen Gresik Kritisi Kinerja Pemerintah
surya/sugiyono
MANDIRI - Anggota pengamen bernama anjing jalanan (Anjal) berkreasi dan mandiri membuat usaha kaos dengan kata-kata sindiran, Senin (17/4/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Usaha menyablon terus dikembangkan komunitas pengamen di Gresik. Selain menyakitkan bakat seni melalui musik tapi juga menyampaikan bakat melalui sair-sair puisi yang menyindir kinerja pemerintah melalui media kaos.

Sikap kritis melalui lagu dan musik saat mengamen dituangkan dalam kaos yang intinya menjadi kata-kata tentang kata-kata khas asli Gresik. Seperti 'Esson Inggresik' yang artinya saya di Gresik.

Satu yang sudah beredar di pasaran yaitu kaos Menu Kota Santri; dengan bahasa menyindir perkembangan kota Gresik.

'Gresik segere wes resik; Bandeng asap cerobong; Sayur asam sulfat; Rendang belerang; Urap-urap beleduk.

Kata-kata lainnya Miegas amoniak; Gimbal (Tempe goreng) campur timbal; Tahu isi linet; Bubur Gipsum; Es campur acid dan Cendol Octanol.

Dari ide atas kenyataan di Kota Gresik itu langsung disablon oleh tim pengamen sendiri, sehingga menjadi kaos yang mempunyai ciri khas tenteng Gresik.

"Kita tidak hanya mengamen tapi juga menyampaikan kesenian melalui media kaos," kata Rojer Haz (37), warga Desa Masangan, Kecamatan Bungah, Senin (17/4/2017).

Hasil usaha menyablon dan menjual kaos sendiri baik secara online dan offline dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga dan anggota komunitas pengamen jalanan yang jumlahnya puluhan orang.

"Teman-teman belajar otodidak tentang sablon dari teman keteman dan dia kembangkan secara pola sendiri," imbuhnya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help