Surya/

Berita Surabaya

PT Janti Sarana Material Beton Keluhkan Lambanny Penyidikan Penggelapan 28 Ton Semen

PT Janti Sarana Material Beton, korban pencurian dan penggelapan 28 ton semen curah, mengeluhkan lambannya proses penyidikan. Ada apa??

PT Janti Sarana Material Beton Keluhkan Lambanny Penyidikan Penggelapan 28 Ton Semen
poison control
ilustrasi semen 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lambatnya proses hukum kasus pencurian dan penggelapan semen curah seberat 28 ton yang diungkap Polsek Benowo, Surabaya, dipertanyakan oleh pihak korban, PT Janti Sarana Material Beton

Dituduh lamban karena hingga kini penyidikannya belum P21 alias belum sempurna. 

Dalam kasus tersebut, penyidik Polri telah menetapkan dua tersangka yaitu Ari Firmansyah, sopir PT Janti Sarana Material Beton yang membawa muatan semen, serta Santhony, warga Wiyung yang menjadi penadah.

Tersangka Ari Firmansyah, hingga kini ditahan. Namun Santhony, awalnya ditahan tapi kini penahanannya ditangguhkan.

Rupanya penangguhan penahan Santhony disesalkan Kepala Bidang Hukum PT Janti Sarana Material Beton, RM Tony Bambang Pramono. Ia juga menyesalkan proses hukum perkara ini yang berjalan lamban.

Untuk meminta kepastian hukum, Tony kemarin mendatangi Kejari Tanjung Perak untuk menanyakan perkembangan kasus ini.

"Kami ini korban dan kami minta agar kasus ini tidak digantung oleh Kejari Tanjung Perak," ujar Tony di Kejari Tanjung Perak, Kamis (13/4/2017).

Tony menilai, ada perlakuan 'istimewa' yang diberikan penyidik terhadap Santhony. Karena dalam penyidikan, penahanan Santhony ditangguhkan. Ia berharap pada pihak kejaksaan yang bakal menangani perkara ini agar menahan tersangka Santhony.

"Awalnya saya mengapresiasi kinerja Polsek Benowo. Tapi belakangan kok ada kejanggalan, karena itu saya datang ke Kejari Tanjung Perak agar nantinya tidak mengistimewakan Santhony saat perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan," terangnya.

Pencurian semen curah seberat 28 ton untuk pembangunan proyek jalan tol Pasuruan - Probolinggo, Maret lalu. Ternyata semen itu justru dijual oleh Ari Firmasyah yang baru bekerja 3 bulan di PT Janti Sarana Material Beton ke Santhony.

Sementara itu, perkara pencurian dan penggelapan sudah dilimpahakan penyidik Polsek Benowo ke Kejari Tanjung Perak tapi belum dinyatakan sempurna (P21). Ada dua jaksa yang menangani yakni Lingga Nurie SH dan Didik Yudha SH.

Lingga Nurie salah satu jaksa yang menangani, membenarkan kasus itu tengah ditangani. "Berkasnya baru kami pejari," ujar Lingga saat dikonfirmasi.

Pria yang juga menjabat sebagi Kasintel ini mengaku belum mempelajari secara detail berkas perkara yang telah dikirim penyidik Polsek Benowo pada 31 Maret 2017 lalu. Lingga juga membenarkan jika tersangka Santhony penahanannya ditangguhkan.

"Dalam berkas sih memang penahanan tersangka Santhony ditangguhkan. Tapi apa alasan penangguhan itu saya belum tahu," paparnya.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help