Surya/

Menuju Pilgub Jatim

Golkar Optimistis Akan Tetap Solid Meski Pemilu Menggunakan Sistem Tertutup

Jelang penyelesaian RUU Penyelenggaraan Pemilu, Golkar yang mendukung sistem proporsional tertutup, yakin betul bahwa mereka tetap akan solid.

Golkar Optimistis Akan Tetap Solid Meski Pemilu Menggunakan Sistem Tertutup
tribunnews
ilustrasi pilkada 

SURYA.co.id | SURABAYA - Target penyelesaian RUU Penyelenggaraan Pemilu oleh DPR RI kurang dua pekan lagi. Golkar sebagai salah satu partai yang mendukung sistem penyelenggaraan pemilu dengan proposional tertutup pun yakin bahwa pihaknya akan tetap solid pasca keputusan nanti.

Menurut Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Golkar Jatim, Gesang Budiarso, pihaknya meyerahkan secara penuh kepada DPP terkait keputusan partai yang akan mengusulkan sistem proporsional tertutup atau pun terbuka.

"Kami yang ada di daerah tak bisa membuat keputusan terkait usulan partai. Sehingga, kami menyerahkan penuh kepada DPP terkait keputusan RUU Penyelenggaraan Pemilu tersebut," ujar Gesang kepada Surya, Jumat (14/4/2017).

Pihaknya, akan memilih untuk menyikapi keputusan itu dengan melakukan konsolidasi di daerah. Sebab, apa pun keputusannya, menurut Gesang, partai Golkar siap menerima dan akan tetap solid.

Untuk diketahui, sistem pemilu menjadi satu di antara poin yang menjadi polemik di kalangan dewan saat ini. Ada dua sistem yang ditawarkan, yakni sistem proporsional terbuka dan tertutup.

Untuk sistem proposional terbuka, nama calon legislatif pada kertas suara akan disusun sesuai prioritas kebijakan partai serta dapat dipilih langsung oleh konstituen (sama seperti Pemilu 2014). Sedangkan untuk sistem proporsional tertutup, konstituen cukup mencoblos partai, sedangkan nama dewan terpilih akan ditunjuk oleh partai.

Sistem proporsional tertutup diusulkan oleh pemerintah beserta PDIP. Selain PDIP, Golkar juga mengusulkan hal yang sama berdasar keputusan Munaslub pada pertengahan tahun lalu. Sedangkan untuk sistem proporsional terbuka, didukung oleh delapan fraksi lain di DPR.

Penggunaan sistem pemilu tertutup dikawatirkan oleh sejumlah pengamat akan menimbulkan konflik baru di tubuh internal partai. Sebab, jajaran pengurus berpotensi akan dipriortitaskan mengisi kursi legislatif dibandingkan kader lain. Sehingga, kepengurusan partai pun akan menjadi rebutan.

Gesang pun membantah hal tersebut. Menurutnya, penunjukkan itu nantinya akan menyesuaikan standart kepantasan seorang legislatif. Di antaranya, ketaatan aturan serta sistem kepartaian.

"Kami telah memiliki kriteria seperti apa yang pantas kami usulkan sebagai dewan. Belum tentu yang menjadi pengurus partai akan langsung diprioritaskan masuk di legislatif. Namun, siapa yang berkompeten, itu yang akan ditunjuk," ujar Gesang.

"Golkar ini bukan sekali dua kali mengikuti Pemilu. Sehingga, kami cukup berpengalaman dalam menghadapi berbagai sistem yang mungkin diputuskan nanti. Kader kami cukup dewasa dan kami yakin akan tunduk dengan garis keputusan partai," pungkasnya.

RUU tersebut ditargetkan akan selesai pada akhir April nanti. Selain sistem pemilihan, RUU tersebut juga berisi parliamentary threshold (ambang batas parlemen), presidential threshold (ambang batas pencalonan presiden), hingga pemekaran daerah pemilihan (dapil).

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help