Surya/

Berita Banyuwangi

Inflasi Banyuwangi Kembali Terendah Se-Jawa Timur

Salah satu kunci kinerja ekonomi tersebut, menurut Anas, adalah penguatan sektor ekonomi riil berbasis masyarakat.

Inflasi Banyuwangi Kembali Terendah Se-Jawa Timur
surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi saat membuka rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) TPID dari lima kabupaten se-eks Karesidenan Besuki dan Lumajang (Sekar Kijang) yang terdiri atas Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Inflasi di Kabupaten Banyuwangi kembali berhasil mencetak angka terendah se-Jawa Timur. ‎

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, inflasi di Banyuwangi pada periode Januari-Maret 2017 mencapai 0,81 persen, tercatat sebagai terendah di Jatim.

Inflasi Banyuwangi ini juga di bawah rata-rata nasional yang sebesar 1,19 persen pada periode yang sama.

Pada sejumlah periode dalam beberapa tahun terakhir, inflasi Banyuwangi juga pernah tercatat terendah di Jatim.

”Alhamdulillah, inflasi yang rendah dan stabil ini adalah kerja keras bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan seluruh pemangku kepentingan," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (13/4/2017).

Menurut Anas, Bank Indonesia (BI) berperan besar dalam pengelolaan inflasi, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Inflasi, sambung Anas, menjadi salah satu indikator makroekonomi yang sangat penting untuk menunjukkan level kesehatan ekonomi masyarakat.

Inflasi menunjukkan pergerakan harga yang berkaitan erat dengan kemampuan daya beli masyarakat, sehingga secara tidak langsung inflasi juga mencerminkan level kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah.

”Sebagai pemerintah daerah, yang bisa kami lakukan untuk menekan inflasi adalah menjaga pasokan pangan terkait volatile food. Sebab, yang terkait administered price tidak bisa kami kontrol karena itu kebijakan pusat seperti pengalihan subsidi listrik dan BBM ke sektor produktif yang membuat tarif listrik dan harga BBM naik,” ujar Anas.

Di antara upaya untuk menjaga pasokan pangan adalah meningkatkan infrastruktur pertanian lewat pembangunan dan pemeliharaan sistem irigasi, bantuan benih, pendampingan pertanian, dan pembangunan infrastruktur jalan.‎

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help