Surya/

Travel

Tiga Hal yang Bisa Dilakukan Sembari Nikmati Indahnya Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang

Di lembah Air Terjun Tumpak Sewu, wisatawan akan diajak berjalan melewati tebing-tebing yang mengapit dan menyeberang aliran sungai.

Tiga Hal yang Bisa Dilakukan Sembari Nikmati Indahnya Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang
kompas.com/wahyu adityo prodjo
Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dinamakan Tumpak Sewu, lantaran disebut-sebut punya seribu aliran air dan bila diartikan dalam bahasa Jawa adalah sewu. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Air Terjun Tumpak Sewu bisa jadi destinasi wisata saat Anda berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pasalnya, Air Terjun Tumpak Sewu punya berbagai aktivitas menarik untuk dicoba setiap pengunjung.

Pengelola Wisata Alam Air Terjun Tumpak Sewu, Abdul Karim, Minggu (9/4/2017) malam mengatakan wisatawan bisa menikmati pemandangan air terjun hingga memetik buah salak.

"Awalnya konsep wisata Tumpak Sewu untuk anak-anak muda. Tapi kita ada dua konsep. Kalau dari sini sampai panorama sini untuk mass tourism. Jadi bisa untuk anak-anak, keluarga, orang tua, difabel bisa saja sampai ke sana (air terjun)," ujar Karim.

Aktivitas pertama yang bisa dicoba di obyek wisata Air Terjun Tumpak Sewu adalah menikmati pemandangan air terjun.

Wisatawan cukup berjalan kaki sejauh 400 meter untuk bisa sampai ke Pos Panorama.

"Kita tawarkan pemandangan air terjun yang termasuk unik. Air terjunnya itu unik karena bentuknya setengah lingkaran. Biasanya kan air terjun dari sungai saja tapi ini dari mata air dan keluar dari tebing," jelasnya.

Pos Panorama adalah sebuah tempat yang didesain oleh pengelola untuk wisatawan dengan pelindung jurang dari bambu.

Di sana terdapat area yang lebih tinggi untuk bisa menikmati pemandangan air terjun dan mengabadikan gambar dengan latar belakang Air Terjun Tumpak Sewu.

Aktivitas lain yang bisa dilakukan di obyek wisata Air Terjun Tumpak Sewu adalah trekking dari Pos Panorama ke lembah air terjun.

Halaman
12
Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help