Grahadi

Advertorial

Perkuat Perdagangan Antardaerah, Jatim Buka 26 Kantor Perwakilan Dagang

Melalui KPD tersebut, lanjut Pakde Karwo, sapaan Gubernur Jatim, berbagai kegiatan dilakukan.

Perkuat Perdagangan Antardaerah, Jatim Buka 26 Kantor Perwakilan Dagang
foto: Humas Pemprov Jatim
SERIUS - Gubernur Soekarwo dan Mendagri Tjahjo Kumolo berbincang serius di sela acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Jatim 2018, di Ballroom Grand City, Surabaya, Rabu (12/4/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Upaya Jatim meningkatkan pembangunan di sektor perdagangan terus dilakukan. Salah satunya terus memperkuat perdagangan antardaerah melalui 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD).

Hal itu disampaikan Gubernur Jatim Dr H Soekarwo saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencanca Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur, di Grand City, Surabaya, Rabu (12/4/2017).

Melalui KPD tersebut, lanjut Pakde Karwo, sapaan Gubernur Jatim, berbagai kegiatan dilakukan.

Di antaranya melalui promosi produk unggulan Jatim, temu bisnis dan transaksi dagang, support value chain komoditi dalam negeri, business aggregator, dan market intelligent.

Pada tahun 2016 dilakukan 10 misi dagang yang bertujuan mempertemukan produsen dengan buyer secara langsung di beberapa daerah di antaranya Kepulauan Riau dengan nilai transaksi Rp 51,5 miliar, Kalbar dengan nilai Rp 19 miliar, Jakarta Rp 661 miliar, Kaltim Rp 372,8 miliar, Sulsel Rp 99,7 miliar, NTB Rp 216,3 miliar, NTT Rp 189,7 miliar, Maluku Rp 393,8 miliar, dan Sulut dengan nilai transaksi Rp 183,5 miliar. Komoditi yang dibawa Jatim di antaranya beras, pupuk, buah dan sayur, bibit, produk olahan makanan dan minuman (mamin), mesin, produk kerajinan.

Pada 2017 ini akan dilakukan misi dagang Jatim di sembilan tempat di antaranya Jakarta, NTB, Kaltim, Kalsel, Sulteng, Sultra, dan Sumut.

“Diharapkan tahun ini angkanya semakin besar dibanding tahun lalu," jelas Pakde.

Selain itu, Pemprov Jatim juga memperkuat perdagangan melalui Pameran Terpadu di beberapa wilayah, dengan komoditi unggulan fashion, kerajinan, kulit dan produk kulit, perhiasan, alas kaki, kosmetik, logam, kayu, dan aksesori.

Pada tahun 2016 di antaranya di Medan dengan nilai transaksi Rp 873 juta, Batam Rp 2,249 miliar, dan Jambi nilai transaksi Rp 691,4 juta.

Daerah lain seperti Bengkulu juga menjadi tujuan dengan transaksi Rp 741,1 juta, Balikpapan Rp 1 miliar, Banjarmasin Rp 2,02 miliar, Mataram Rp 624,2 juta, Kupang Rp 1,38 miliar.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved