Jelang Pilgub Jatim 2018

Kajian Politik Berpikir Istitute: Kader Partai Gagal di Kontestasi Pilgub Jatim

"Poin tertinggi dalam forecasting politik kami ternyata muncul kandidat nonkader partai," kata Direktur Eksekutif Berpikir Institute, Romel Masykuri."

Kajian Politik Berpikir Istitute: Kader Partai Gagal di Kontestasi Pilgub Jatim
surya/nuraini faiq
Hasil kajian politik Berpikir Institute dirilis pada Rabu (12/4/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kader partai di Jatim dinilai gagal dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jatim pada Juni 2018.

Setidaknya hingga kini mereka tidak bisa mengungguli calon dari nonkader partai.

Calon dari luar kader partai ini merepresentasikan sosok Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa.

"Poin tertinggi dalam forecasting politik kami ternyata muncul dari kandidat nonkader partai," kata Direktur Eksekutif Berpikir Institute, Romel Masykuri, Rabu (12/4/2017).

Justru kader partai yang semestinya bisa merepresentasikan gawe politik lima tahunan itu gagal memberi warna.

Setidaknya popularitas mereka meredup di Jatim dibanding nonkader partai.

Munculnya sosok Gus Ipul dan Khofifah yang saat ini menguat ternyata bukan dari kader partai. Mereka malah mengalahkan para kader partai di Jatim.

Berpikir Institute mengingatkan agar partai politik tidak bisa memaksakan diri mengusung kader atau pimpinan partainya maju dalam pilgub.

Begitu juga partai tak bisa sendirian jika ingin kuat. Harus koalisi untuk mengusung komposisi pasangan ideal.

Partai pengusung bisa menjadikan variabel dalam studi ini sebagai bahan pertimbangan.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help