Lipsus Perburuan Benih Lobster

Empat Bulan, BKIPM-KHP Amankan 81 Ribu Benur Lobster

Sebanyak 81 ribu ekor benur lobster diamankan petugas sejak awal Januari 2017. Di sinilah akhirnya benur-benur itu dilepaskan kembali...

Empat Bulan, BKIPM-KHP Amankan 81 Ribu Benur Lobster
surabaya.tribunnews.com/Aflahul Abidin
Benur Lobster hasil sitaan yang telah diawetkan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM-KHP) Kelas I Surabaya I mengamankan 81.000 ekor benur lobster dalam empat bulan terakhir, terhitung sejak awal Januari 2017.

“Biasanya pada waktu penyerahan benur lobster, dari Polda Jatim dan lainnya, mereka berkoodinasi dengan kami,” kata Kepala Seksi Pengendalian, Pengawasan, dan Informasi BKIPM-KHP Kelas I Surabaya I, Wiwit Supriono, Sabtu (8/4/2017).

Wiwit mengatakan, benur lobster yang sudah diterima akan dikembalikan ke habitatnya paling lama sehari setelah penyerahan. Itu sesuai dengan instruksi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang meminta benur lobster hasil sitaan tidak terlalu lama ditahan di penampungan.

“Kalau bisa hari itu, ya hari itu juga,” tambahnya.

Untuk menentukan lokasi pelepasan benur, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan (BPSPL). Selama ini daerah pelepasan benur itu ada di Banyuwangi, Jember, Malang, Trenggalek, dan Probolinggo.

Wiwit mengatakan, benur lobster lebih tahan hidup dibandingkan dengan benur udang atau hewan sejenis lain. Saat ditempatkan spon mengandung air seperti modus pelaku selama ini benur lobster tetap bisa hidup hingga dua hari.

“Yang penting dalam suhu dingin. Itu sebabnya biasanya diberi es biar tetap dingin,” imbuh Wiwit. Dia sempat menunjukkan contoh benur lobster yang diawetkan dalam sebuah toples kaca sebagai barang bukti. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help