Surya/

Berita Bangkalan Madura

Dua Pegawai Penanaman Modal di Bangkalan Kena Operasi Tangkap Tangan

Tim Saber Pungli melakukan operasi tangkap tangan terhadap 2 pegawai di Kantor Dinas Penanaman Modal Bangkalan. Ini alasannya...

Dua Pegawai Penanaman Modal di Bangkalan Kena Operasi Tangkap Tangan
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Faisol
Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo membeberkan barang bukti dari hasil Operasi Tangkap Tangan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Bangkalan, Selasa (11/4/2017) malam. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Bangkalan, Selasa (11/4/2017).

Seorang kepala bidang, AF (41) beserta stafnya, AH (36) ditangkap beserta barang bukti uang sebesar Rp 5.040.000.

Uang itu, diduga diperoleh dari PT Golden Marin, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan perumahan di kawasan Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota.

Uang ini diserahkan pegawai perusahaan berinisal AS kepada tersangka AH pada pukul 12.20.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengungkapkan, uang tersebut merupakan permintaan dari tersangka AF untuk keperluan legalisir Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Tujuan legalisir IMB itu sebagai persyaratan Kredit Pemilik Rumah (KPR).

"Ada 126 lembar legalisir yang diminta pihak pengembang. Tersangka meminta Rp 40 ribu dalam setiap lembarnya. Jadi total uang uang kami amankan sebesar Rp 5.040.000 ," ungkap Anton.

Kantor PMPTSP memang menjadi atensi pihak kepolisian dalam dua minggu terkahir. Itu setelah beragam pengaduan dari masyarakat terkait praktik pungli. Namun, baru kali ini OTT bisa dilakukan.

Anton menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi bahwa ada indikasi praktik pungli di kantor PMPTSP Kabupaten Bangkalan terkait permintaan berkas legalisir.

Informasi yang diterimanya seminggu lalu itu lantas ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Setelah mengetahui berkas legalisir PT Golden Marin rampung pada Senin (10/4/2017), pihaknya mengintensifkan pemantauan.

"Berkas selesai Senin, hari ini (Selasa, Red) diambil. Nah sebelum diambil itu, pembayaran dilakukan. Saat itulah, kami melakukan penangkapan," Pegawai developer juga ada di situ," jelasnya.

Selain mengamankan dua oknum PNS dan uang sejumlah Rp 5.040.000, polisi juga mengamankan 126 lembar legalisir, satu dokumen register legalisir, dan satu unit CPU dari kantor PMPTSP.

"Apakah CPU itu nanti bisa dijadikan barang bukti atau tidak? Hasil pemeriksaan sementara, legalisir ini tidak disimpan dalam database, melainkan berupa catatan manual saja," paparnya.

Kedua oknum PNS itu terancama hukuman pidana maksimal 20 tahun atau minimal empat tahun penjara. Sesuai Pasal 12e Undang - undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

"Masyarakat yang di-pungli oleh pengelenggara negara, bukanlah tersangka. Apakah praktik ini melibatkan pejabat di atas kabid? Kami akan kembangkan," pungkasnya. (ahmad faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help