Ngopi Bareng Gus Ipul

Benahi Infrastruktur Petani

TULISAN KE-9 GUS IPUL: Hanya dengan meningkatkan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, produktifitas lahan pertanian bisa ditingkatan.

Benahi Infrastruktur Petani
surya
Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) 

Infrastruktur yang berkeadilan mengandaikan ketersentuhan semua lapis dalam masyarakat. Apalagi lapis terbesar penduduk yang ikut terlibat dalam sektor tersebut. Pertanian merupakan sektor yang masih menjadi tumpuan terbesar penghidupan warga Jawa Timur.

Pemikiran ini sejalan dengan yang telah ditekankan Presiden Joko Widodo. Dalam berbagai kesempatan, presiden menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak boleh dilihat sebelah mata. Sebab, pembangunan sektor ini merupakan pintu masuk untuk mengatasi kemiskinan. Menyejahterakan petani merupakan langkah untuk mengatasi kesenjangan antara kaya dan miskin.

Khusus untuk Jawa Timur, selain menyangkut banyaknya lapis penduduk yang terlibat dalam sektor ini, Jawa Timur sampai sekarang masih menjadi andalan ketahanan pangan nasional. Propinsi ini menjadi pemasok beras dan menjadi andalan bagi kebutuhan sehari-hari berbagai komoditi pertanian untuk daerah lain. Karena itu, menjadikan infrastruktur pertanian sebagai prioritas dalam membangun Jawa Timur merupakan sebuah keharusan.

Ada tiga infrastruktur prioritas yang perlu mendapat perhatian. Embung, jaringan irigasi dan bendungan. Sedangkan infrastruktur pendukung yang sangat penting adalah pusat penelitian dan pengembangan benih dan bibit. Penanganan terhadap infrastruktur pertanian tersebut adalah untuk meningkatkan produktifitas pertanian sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Lantas bagaimana kondisi infrastruktur pertanian yang ada sekarang? Di Jatim, saat ini, ada 89 waduk, 417 embung, dan 27 telaga atau ranu. Jaringan irigasi yang ada baru bisa menjadikan indeks pertanaman kita 1,8. Ini artinya, dalam setahun petani hanya mampu menanam 1,8 kali atau tidak sampai dua kali panen.

Jumlah waduk, embung, telaga dan jaringan irigasi yang ada itu pun sudah tidak optimal. Saat ini, terjadi penurunan kapasitas tampung untuk waduk dan embung sebesar 50 persen. Penurunan ini akibat sedimentasi.

Kinerja jaringan irigasi tingkat primer, sekunder dan tertier juga terjadi penurunan. Hampir semua bendung irigasi yang berjumlah 470 mengalami kerusakan. Semua itu akibat umur bangunan dan kewenangan pengelolaan jaringan irigasi yang belum terpadu.

Persoalan infrastruktur pertanian tersebut antara lain yang membuat Indeks Pertanaman kita rendah. Kinerja jaringan irigasi yang kurang baik membuat pengairan aliran sawah menjadi tidak terjamin. Karena indeks pertanaman rendah, maka produktifitas pertanian kita juga menjadi rendah.

Pembangunan infrastruktur pertanian bertujuan meningkatkan indeks pertanaman sehingga petani bisa panen beberapa kali dalam setahun. Hanya dengan meningkatkan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi ini, produktifitas lahan pertanian bisa ditingkatkan. Ketersediaan air melalui pembangunan irigasi pertanian menjadi sesuatu yang mendesak.

Masih lemahnya perhatian kita terhadap infrastruktur pertanian ini bukan semata karena ketersediaan anggaran. Tapi juga karena sistem manajemen yang belum terpadu. Pengelolaan air dan irigasi yang masih terbagi-bagi dalam kewenangan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota adalah salah satu sumbernya.

Halaman
12
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help