Surya/

Jelang Pilgub 2018

Partai Golkar Bakal Usung Cagub dari Luar Partai, 3 Nama ini Masuk Incarannya

Besaran survei tersebut, menurut Setnov (sapaan Setya Novanto) seharusnya menjadi bahan masukan bagi DPD I jelang Pilkada.

Partai Golkar Bakal Usung Cagub dari Luar Partai, 3 Nama ini Masuk Incarannya
nuraini faiq
Ketua Umum Golkar Setya Novanto (tengah) dan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham di Surabaya, 25 Mei 2016. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Golongan Karya (Golkar) memberikan sinyal akan mengusung bakal calon gubernur dari luar partai.

Fungsionaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) I hingga Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar kompak menyatakan ada beberapa nama politikus dari luar partai masuk incarannya.

Ketua DPP Partai Golkar, Setya Novanto, menjelaskan bahwa pihakya telah mendapatkan tiga nama besar hasil survei bakal calon gubernur di Jatim.

Ketiga nama tersebut adalah Menteri Sosial RI-Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim-Syaifullah Yusuf, dan Walikota Surabaya-Tri Rismaharini.

Pada pemaparan Setya Novanto terhadap survei lembaga survei Indobarometer, Gus Ipul (sapaan Syaifullah Yusuf) berada di urutan pertama dengan 41,8 persen. Di urutan kedua, ada Risma dengan 39,8 persen. Sedangkan untuk Khofifah berada di urutan ketiga dengan hanya 13,4 persen.

Besaran survei tersebut, menurut Setnov (sapaan Setya Novanto) seharusnya menjadi bahan masukan bagi DPD I jelang Pilkada. Setnov menegaskan bahwa Gokar harus mengusung calon yang berpeluang besar untuk menang. Sebab, perolehan Pilkada di Jatim pada 2018 mendatang menjadi ajang pemanasan jelang Pemilu tahun 2019.

"Potensi Jatim di tingkat nasional ini sangat besar. Jatim dengan 11 dapil saat ini menyumbangkan 87 kursi di DPR RI. Kemudian, untuk di tingat DPRD I ada 100 kursi," ujar Setya Novanto.

Sehingga, kemenangan pada Pilkada di 2018 mendatang menjadi modal yang berharga jelang Pilkada di tahun berikutnya. "Golkar di Jatim harus melihat potensi masing-masing kandidat. Sehingga, bisa melihat calon mana yang berpotensi mencapai target partai," lanjutnya.

Setnov juga mengomentari hasil survei awal yang telah keluar dari Barometer. Menurut Setnov, masih rendahnya popularitas Khofifah disebabkan karena belum adanya deklarasi dari perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Muslimat NU tersebut.

"Untuk hasil survei awal, Ibu Khofifah memang masih kecil untuk hasil surveinya. Sebab, beliau memang belum deklarasi untuk pencalonan tersebut. Berbeda dengan calon lainnya," lanjut Setnov.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help