Lipsus Perburuan Benih Lobster

ABK Ikut-ikutan Berburu Benur Lobster, Pemilik Kapal Mengaku Rugi Besar

“Ngelu tenan saya. Bukan saya cemburu sosial kepada pencari benur. Tapi, saya juga kena dampaknya. Tidak bisa kerja kapal saya,” imbuh Joko.

ABK Ikut-ikutan Berburu Benur Lobster, Pemilik Kapal Mengaku Rugi Besar
surabaya.tribunnews.com/Aflahul Abidin
Seorang petugas yang mengunjungi Pantai Kondang Merak mengobrol melihat persiapan nelayan sebelum berangkan melaut. 

SURYA.co.id | MALANG - Akibat banyaknya nelayan berburu benur lobster, para pemilik kapal besar di Sendangbiru mengaku rugi.

Anak Buah Kapal (ABK) yang seharusnya mengoperasikan kapal, mengundurkan diri demi mencari benur. Alhasil, kapal itu pun mangkrak tak terpakai sekitar enam bulan.

Salah satu juragan kapal yang tinggal di Sendangbiru, Joko Prasetyo (52), harus rela melihat empat kapalnya ukuran 19 meter x 4 meter tak melaut.

Para ABK, masing-masing enam untuk tiap kapal, memilih pergi mencari benur lobster. Akibatnya, Joko mengaku rugi ratusan juta rupiah.

“Ngelu tenan saya. Bukan saya cemburu sosial kepada pencari benur. Tapi, saya juga kena dampaknya. Tidak bisa kerja kapal saya,” imbuh Joko. (sha/fla/ufi)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help