Surya/

Berita Surabaya

Setnov Minta Golkar Jatim Tunjuk Ketua Harian dalam Dua Hari, Mengapa?

"Saya telah meminta Pak Nyono untuk menunjuk Ketua Harian. Saya memberi batas waktu dua hari."

Setnov Minta Golkar Jatim Tunjuk Ketua Harian dalam Dua Hari, Mengapa?
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Ketua Umum partai Golkar, Setya Novanto hair di Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Golkar Jatim di Gedung DPD I Golkar Jatim, Minggu (9/4/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Umum Golkar merekomendasikan adanya ketua harian pada pengurus Golkar Jatim.

Jabatan baru ini akan berada di bawah pimpinan DPD I Jatim saat ini, Nyono Suharli Wihandoko.

Perintah ini disampaikan Setya Novanto pada acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Golkar Jatim, Minggu (9/4/2016).

"Saya telah meminta Pak Nyono untuk menunjuk Ketua Harian. Saya memberi batas waktu dua hari," tegas pria yang akrab dipanggil Setnov tersebut pada acara digelar di Gedung DPD Golkar Jatim.

Peran baru tersebut akan memaksimalkan peran pimpinan di tubuh Golkar Jatim yang dianggap oleh Setnov belum bekerja maksimal. Nantinya, nama baru tersebut akan dilantik bersamaan dengan pengurus yang lain.

Saat disinggung apakah perlu adanya penggantian beberapa pengurus di bidang lain, Setnov mengatakan bahwa kemungkinan tersebut bisa saja terjadi. "(Pergantiannya) tapi tidak banyak," ujarnya di hadapan wartawan sambil berlalu.

Di sisi lain, Ketua DPD I Jatim, Nyono Suharli Wihandoko, menyambut baik adanya perintah penunjukkan ketua Harian tersebut. Menurutnya, dengan adanya jabatan baru ini, mesin komando di pucuk pimpinan Golkar Jatim akan lebih maksimal.

"Kalau saya, sangat mendukung perintah itu. Jangankan di tingkatkan DPD, tingkat DPP kan juga ada ketua harian. Dalam sebuah kepengurusan organisasi, semakin berisi, semakin baik," jelasnya.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pucuk komando akan tetap ada pada dirinya. Sehinngga, ia memastikan bahwa tak akan ada dualisme di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut. "Yang penting tak ada matahari kembar," jelasnya.

Perintah Setnov tersebut merupakan tindak lanjut dari evaluasi pihaknya terhadap Golkar Jatim yang dianggap kurang optimal. Berdasarkan hasil survei, Golkar di Jatim hanya menempati posisi kelima dengan 3,4 persen. Teringgal jauh dari PKB di urutan pertama yang berhasil meraih 36,1 persen.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help