Surya/
Home »

Bisnis

» Makro

Berita Ekonomi Bisnis

Pasar Furniture Premium Tiap Tahun Seiring mulai Banyak Properti di Segmen ini

Monica menyebutkan persaingan toko ritel furniture di Surabaya juga cukup ketat.

Pasar Furniture Premium Tiap Tahun Seiring mulai Banyak Properti di Segmen ini
surya/achmad zaimul haq
MEUBEL PREMIUM - Bernini Coordinator, Monica Milan (kiri) menjelaskan produk mebel premium Bernini kepada customer di Bernini Gallery, Jl HR Muhammad, Sabtu (8/4/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bermain di segmen premium, Bernini berhasil mempertahankan pasarnya dalam empat tahun operasional. Bahkan, peritel furniture atau mebel produksi Gresik, Jawa Timur, ini juga agresif di pasar korporate dengan melayani hotel, perguruan tinggi, apartemen, dan perkantoran.

"Pasar furniture premium tiap tahun tumbuh. Dengan kisaran sekitar 20 persen. Apalagi saat ini, juga mulai banyak proyek perumahan dan apartemen segmen premium, yang kami mendapatkan bagian untuk terlibat mengisinya," kata Monica Milan, Koordinator Bernini Indonesia, di sela customer gathering di galery Bernini Surabaya, Sabtu (8/4/2017).

Lebih lanjut, Monica menyebutkan persaingan toko ritel furniture di Surabaya juga cukup ketat. Namun dengan pasar yang besar, membuat konsumen segmen premium terus berkembang. Apalagi pembelian furniture premium, memiliki jangka waktu yang panjang. Karena konsumen membeli, untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama.

"Dalam persaingan ketat ini, kami beri layanan purna jual atau after sales service. Seperti melayani perbaikan dan pembersihan furniture gratis seperti sofa berbahan kulit yang beli di kami," jelas Monica.

Bernini merupakan brand furniture yang membidik segmen premium dengan produk mulai sari mebel kursi, almari, tempat tidur, hingga aksesoris interior ruangan. Bernini juga melayani jasa desainer ruangan sekaligus furniture-nya.

Produk unggulan atau khas Bernini adalah berbahan kulit impor dari Italia. Namun produksi dan perakitannya lokal di Jatim.

"Untuk pasar eceran, kami mendapatkan konsimen mayoritas dari warga perumahan menengah ke atas dari kawasan Surabaya Barat dan Timur. Kontribusinya cukup besar. Termasuk apartemen yang sedang sudah dihuni dan penghuni mengisi sendiri furniture-nya sesuai selera mereka," lanjut Monica.

Sementara untuk pasar korporate, moment booming pembangunan apartemen membuat Bernini bekerjasama dengan pengembang maupun pengelola untuk penyediaan furniturnya.

Untuk itu, Bernini menyesuaikan dengan kebutuhan dan budgetnya. Bila minta brand Bernini akan disesuaikan dengan budget yang diberikan.

Bila budgetnya tidak bisa untuk brand Bernini, Monica siap memberikan produk brand lain, yang satu perusahaan dengan Bernini.

"Karena kami ada perusahaan induk yang juga berorientasi ke semua pasar, termasuk pasar ekspor," ungkap Monica.

Terpisah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), menyebutkan bila saat ini pasar lokal mebel premium terus berkembang dan bahkan sudah meningkat lebih tinggi dibanding ekpsor.

"Kalau dulu mebel Indonesia 90 persen pasarnya ekpor, saat ino ditengah kondisi ekonomi global yang kurang bagus, pasar ekspor turun, pasar lokal naik, dengan perbandingan 50 persen," jelas Nur Cahyudi, Ketua HIMKI Jatim.

Selama ini, kebutuhan furniture lokal Indonesia dipenuhi impor dari Tiongkok karena harganya yang lebih murah.

Namun dengan semakin pahamnya konsumen akan kualitas furniture, membuat konsumen mulai melirik produk lokal. Termasuk memilih ke produk premium yang kualitasnya sudah bisa pasti..

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help