Berita Banyuwangi

VIDEO - Banyuwangi Punya Jiwa Kesat, Program Memanusiakan Manusia Gangguan Jiwa

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meluncurkan fasilitas terapi Poli Kesat di Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwang, Jumat (7/4/2017).

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Orang Dengan Gangguan Jiwa (OGDJ) biasanya akan sulit diterima masyarakat, atau bahkan keluarga besarnya. Setelah sembuh pun biasanya mereka akan menjadi beban keluarga, karena sulit untuk mendapat pekerjaan. Ini karena biasanya mereka tak lagi produktif.

Banyuwangi punya program Jiwa Kesat (Kembali Sehat). Sebuah inovasi kesehatan untuk mengembalikan agar pasien gangguan jiwa, bisa segera sembuh dan diterima masyarakat bahkan bisa kembali produktif dan bekerja.

Program ini dilaunching bertepatan dengan Hari Kesehatan Dunia, yang kebetulan mengambil tema Kesehatan Jiwa.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meluncurkan fasilitas terapi Poli Kembali Sehat (Poli Kesat), di Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jumat (7/4/2017).

Puskesmas ini menyelenggarakan terapi kerja bagi ODGJ. Anas mengatakan, pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ) membutuhkan penanganan yang komprehensif.

Sebab, selain membutuhkan pertolongan secara medis, pasien tersebut juga menghadapi tantangan sosial di masyarakat yang harus dihadapi.

“Justru dampak sosialnya cukup serius seperti penolakan, pengucilan dan diskriminasi dari masyarakat. Maka diperlukan langkah selanjutnya bagi mereka setelah menjalani serangkaian pengobatan agar mereka bisa minimal mandiri dan diterima di tengah masyarakat lagi. Salah satunya adalah membekali ketrampilan, sekaligus ini untuk terapi kesembuhan,” kata Anas.

Saat ini ada 14 ODGJ yang telah dilatih ketrampilan di Poli Kesat. Mereka dilatih ketrampilan kerajianan tangan seperti membuat miniatur kapal layar, lampu, gantungan kunci, hingga tas belanja.

Selain dilatih, lanjut Anas, Dinas Kesehatan Banyuwangi juga membuat program keluarga asuh buat mereka. Yakni mencari keluarga yang mau menerima ODGJ yang sebelumnya tidak punya keluarga dan sudah pulih,

“Kami juga ada program Usaha Asuh, di mana pengusaha di sekitar wilayah puskesmas diajak bekerjasama untuk menampung ODGJ yang sudah pulih untuk bisa bekerja di tempak mereka. Misalnya saja di tempat usaha penggilingan beras dan yang lainnya,” jelas Anas.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help