Jelang Pilgub Jatim 2018

Tak Ada Incumbent, Demokrat Optimistis Tak Sulit Pilih Calon di Pilgub Jatim

"Kalau di Jatim, tak ada calon incumbent. Semuanya merupakan orang baru sehingga peluangnya sama," ujar Renville.

Tak Ada Incumbent, Demokrat Optimistis Tak Sulit Pilih Calon di Pilgub Jatim
surya/bobby constantine kolloway
Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca IP Pandjaitan didampingi Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Renville Antonio, memberikan potongan tumpeng kepada Koordinator MMD Jatim Bayu Airlangga, saat peresmiaan Kantor MMD Jatim, Rabu (29/3/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Demokrat mengaku cukup optimis pada Pilkada 2018. Bahkan untuk posisi Jatim 1 alias Gubernur, Demokrat mengganggap peluang masing-masing calon sama besar.

Hal ini diutarakan Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Renvill Antonio. Awalnya, Renville membandingkan situasi politik di Jatim saat ini dengan kondisi Pilkada di DKI Jakarta.

Menurut Renville, situasi politik di Jakarta tak menguntungkan bagi Demokrat karena ada calon incumbent.

Seperti diketahui Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama atau yang bisa dipanggil Ahok, kembali maju sebagai calon gubernur.

Adanya calon dari unsur incumbent tesebut, Demokrat memang terlihat kebingungan untuk memunculkan calon lawan yang sebanding.

Hal ini terlihat dari waktu deklarasi calon gubernur mereka, Agus Harimurti Yudhoyono, yang dilakukan di saat terakhir menjelang penutupan pendaftaran cagub.

Hal ini pun berdampak pada hasil Pemilu yang juga kurang optimal. Bertarung dengan dua pasangan lain, Agus yang didukung oleh empat partai koalisi berada di posisi buncit hanya dengan memperoleh 17 persen dari total jumlah suara.

Menurut Antonio, hal tersebut tak akan terjadi pada pilgub di Jatim.

"Kalau di Jatim, tak ada calon incumbent. Semuanya merupakan orang baru sehingga peluangnya sama," ujar Renville.

Meskipun ada salah satu calon yang masih menjabat sebagai wakil gubernur saat ini, yakni Syaifullah Yusuf, Renville menyebut kekuatannya tak sebesar calon incumbent.

"Sekalipun ada Gus Ipul, peluangnya tetap sama," ujarnya.

Pihaknya pun optimistis bahwa ia tak akan kesulitan untuk memilih bacagub. Berdasarkan penjelasannya, hingga saat ini ada empat bakal calon yang potensial.

Selain Gus Ipul, ada nama Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini, hingga Abdul Halim Iskandar.

"Ada empat nama yang masuk ke meja kami," ujarmya.

"Meskipun cukup banyak yang beredar, kami tak akan terburu-buru untuk menentukan masalah dukungan. Yang jelas, kami tak akan kesulitan untuk menentukan calon, karena peluangnya untuk saat ini sama besar," pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help