Berita Surabaya

Demi Aset, Pemkot Tak Izinkan Pemeriksaan di Kejari Diwakilkan

Seluruh perangkat SKPD Pemkot Surabaya diminta kooperatif memenuhi panggilan Kejari Surabaya terkait persoalan lepasnya sejumlah aset pemkot.

Demi Aset, Pemkot Tak Izinkan Pemeriksaan di Kejari Diwakilkan
surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Kabag Hukum Pemkot Surabaya, Ira Tursilowati (kanan) dan Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowati menegaskan seluruh perangkat SKPD Pemkot akan kooperatif untuk memenuhi panggilan dari Kejaksaan Negeri Surabaya terkait permasalahan aset.

Pihaknya menegaskan bahwa sifat pemkot dalam memenuhi panggilan Kejari adalah menyerahkan data dan memberikan keterangan tentang asset di Jalan Upa Jiwa dan Waduk Wiyung.

“Kami mengapresiasi kinerja Kejari atas tujuh aset yang kami laporkan. Saat ini memang sudah dibentuk dua tim untuk penanganan aset pemkot. Satu di Jalan Upa Jiwa dan yang kedua adalah waduk Wiyung,” ucap Ira di Konferensi Pers di Kantor Bagian Humas, Kamis (6/4/2017).

Menurutnya, mulai pekan ini memang Kejari sudah mulai melakukan pemanggilan sejumlah pejabat pemkot yang terkait dengan dua aset tersebut.

Mulai dari Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, Bagian Perlengkapan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Perhubungan, Lurah Babatan dan Pelaksana Tugas Lurah Ngagel.

“Dalam memenuhi panggilan itu, kami berkomitmen untuk kepala SKPD nya langsung yang datang dan tidak diwakilkan,” ujar Ira.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa pada dasarnya kerjasama dengan Kejari sudah berlangsung lama. Baik untuk menangani permasalahan litigasi maupun non litigasi.

“Semua yang dilaporkan SKPD pemkot disana adalah semua data yang dibutuhkan oleh Kejari,” ucap Ira.

Mengapa yang didahulukan untuk diselidiki adalah dua aset ini, Ira mengatakan tidak tahu menahu. Sebab dari tujuh aset yang dilaporkan tersebut, pemkot tidak memberikan prioritas mana-mana yang harus didahulukan dan mana yang belakangan.

“Kita juga tidak tahu kenapa dua ini yang didulukan,” lanjut Ira.

Namun pihaknya mengaku siap mendukung Kejari dan menyiapkan data-data yang dibutuhkan dari Pemkot.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk serius mengikuti perkembangan permasalahan aset pemkot,” pungkas Ira.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser menegaskan digelarnya jumpa pers hari ini untuk menunjukkan bahwa pemkot serius menyelamatkan aset kota surabaya.

“Diharapkan tidak ada yang salah menvartikan dalam perkembangan kasus aset ini, kita serius dalam menyelesaikan kasus ini,” tutup Fikser. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help