Surya/

Berita Banyuwangi

VIDEO - Mengintip Pendopo Banyuwangi dan Menikmati Suasananya

Sabha Swagata, pendopo Pemkab Banyuwangi bukan sekadar tempat pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi jujugan wisatawan. Yuk, intip suasananya...

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi kini banyak dikunjungi dan telah menjadi tujuan city tour di Banyuwangi.

Tiap hari, banyak orang, bahkan dari luar Banyuwangi mengunjungi tempat yang juga rumah dinas bupati tersebut.

Apalagi, pendopo itu memang dibuka untuk umum. Siapapun boleh masuk dan melihat hijaunya pendopo.

"Pendoponya asyik dan hijau. Banyak pohon dan tanaman yang rindang. Saya sangat menikmati berada di sini," kata Farah Fuadona, wisatawan asal Jakarta.

Menurut Farah, pendopo terasa homey dengan hamparan warna hijau yang sejuk, membuat orang serasa berada di rumah. Juga banyak spot-spot untuk selfie atau foto bersama.

Menurutnya, Banyuwangi mampu memanfaatkan lahan pendopo untuk dijadikan tempat yang menjadi obyek wisata.

Di masa kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas, sejak 2010 lalu, mulai dilakukan pembenahan. Kesan eksklusif pendopo yang hanya untuk birokrat pun diubah. Ini agar pendopo juga menjadi milik masyarakat umum.

Arsitek papan atas seperti Adi Purnomo, Andra Matin, Yori Antar, Budi Pradono, dan Ahmad Djuhara, mengubah wajah pendopo Banyuwangi menjadi asri dan menarik.

Farah pun menelusuri setiap sudut pendopo. Yang paling membuatnya menarik adalah bagian belakang pendopo. Terdapat Bukit Teletubbies, yang di dalam bukit itu ada Green House beratap rumput yang tampak seperti bunker bawah tanah. Green House ini memiliki enam kamar utama, ruang makan, dan dapur yang bersih.

Atap dan dinding yang dilapisi tanah berumput membuat ruangan tetap sejuk kendati tidak menggunakan pendingin ruangan.Kamar-kamar di dalam green house mengandalkan matahari sebagai sumber cahaya. Di beberapa titik, langit-langit ruangan ditutup dengan kaca sehingga cahaya matahari bisa masuk dan menerangi ruangan tersebut.

Ada dua bangunan green house yang berada di barat dan timur dari bangunan utama Pendopo.‎
Ada juga rumah adat Suku Using yang menambah daya tarik tersendiri.

"Betahlah berlama-lama di pendopo. Petugas di pendopo juga ramah-ramah," kata Farah.

Pendopo yang dulunya hanya diperuntukkan sebagai rumah tinggal para bupati dan tamu penting, kini menjadi ruang publik, tempat diskusi, bedah buku, dan menjadi tempat berwisata baru.

Luas pendopo itu 2 hektar, dengan rumput yang rapi.Bangunan itu telah jadi rumah bagi para Bupati Banyuwangi sejak 1771. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help