Liputan Khusus MERR dan OERR

Ini Deretan Pengembang yang Akan Bangun Perumahan dan Apartemen Dekat MERR dan OERR

Tahun ini juga sudah ada yang mengurus perizinan untuk membangun tower atau apartemen di Gunung Anyar

Ini Deretan Pengembang yang Akan Bangun Perumahan dan Apartemen Dekat MERR dan OERR
surya/habibur rohman
Salah satu apartemen di kawasan Surabaya timur. Adanya pembangunan jalan MERR, membuat harga tanah di kawasan Surabaya timur ini melejit hingga Rp 20-30 per meter persegi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pembangunan kawasan Surabaya timur memang sedang berkembang pesat.

“Pemerintah juga sudah berusaha menggenjot pertumbuhan ekonomi di kawasan Surabaya Timur sejak 2013,” katanya.

Data di Pemkot Surabaya menyebutkan, pengembang yang sudah mengantongi izin untuk pembangunan perumahan di kawasan Gununganyar di antaranya PT Indah Jaya (Royal Tone, Royal Park dan apartemen), PT Graha Indah (Gunung Anyar Regency dan Apartemen Puri Gunung Anyar Regency), serta PT Surya Citra Indo Raya (pengembang Perumahan Gunung Anyar Mas dan Taman Gunung Anyar).

“Saat ini sudah ada tiga pengembang yang membangun perumahan tapak. Dua di antaranya ada berupa apartemen. Satu sudah terbangun di Puri Gunung Anyar Regency dan juga rencananya di Royal Tone,” ungkap dia.

Tahun ini juga sudah ada yang mengurus perizinan untuk membangun tower atau apartemen di Gunung Anyar, yakni PT Cakrawala Sinar Mulia.

“Ada 30 tower yang akan dibangun. Dan kami sedang mengkaji rencana pembangunan 30 tower itu. Kajian kami lakukan secara komperhensif karena proyek itu jelas akan berdampak bagi warga sekitar,” urainya.

Selain itu, lanjutnya, pemkot juga meminta pengembang untuk membangunkan jalan perkampungan di wilayah tersebut.

Tujuannya, supaya ada akses yang menghubungkan langsung dengan jalan utama.

“Kami juga mengusulkan agar mereka (para pengembang) bersedia membangunkan jalan koneksi antara MERR dengan JLLT. Ada dua sisi jalan, karena rencananya 30 tower itu terletak di belakang UPN,” tambahnya.

Salah satu pengembang yang banyak mengusai lahan di Surabaya timur adalah Sipoa Group. Pengembang itu mempunyai sekitar 100 hektare.

Lahan tersebut akan untuk gedung perkantoran tujuh lantai, ruko plus hunian, dan dua tower apartemen.

“Kenapa Sipoa menguasai sana? Pertama alasan bisnis. Kami melihat pemerintah sedang membangun Tol Tambak Sumur, OERR, dan Terminal 3 Juanda. Dari sana Kami lihat prospeknya luar biasa. Wilayah timur lebih memberikan nilai sebagai penghubung dengan dunia luar Surabaya,” kata salah satu komisaris Sipoa Group, Ronny Suwono. (M Taufik/Samsuk Hadi/Aflahul Abidin/Fatimatuz Zahroh)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help