Surya/

Berita Mojokerto

VIDEO - Jangan ke Pohon Akar Seribu di Mojokerto sebelum Lihat Video ini

VIDEO - Di sini pengunjung harus bersikap baik, tidak boleh mencoret pohon, dilarang membuang sampah. Dan jangan sekali-kali merusak akar pohon.

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Penat dengan kebisingan kota, kini tak perlu khawatir mencari alternatif liburan. Di Kabupaten Mojokerto tepatnya Dusun Begagan, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, terdapat destinasi baru yang mulai banyak dikunjungi oleh masyarakat. Pohon akar seribu namanya.

Ya, pohon akar seribu merupakan jenis tanaman pohon Sengon yang memiliki ketinggian lebih dari 50 meter. Pohon yang tumbuh rindang ini bersebalahan langsung dengan aliran sungai Sooko Bagal. Tak heran, jika pengunjung ke sini, akan mendapati dua kenikmatan secara langsung.

Meksi pohon akar seribu ini terdapat di tengah hutan lereng Pegunungan Anjasmoro, para wisatawan tak perlu kebingungan untuk mencari lokasinya. Yups, lokasi ini akan sangat mudah ditemukan karena warga di sana dengan senang hati akan mengantar wisatawan yang datang.

Terletak cukup jauh dari pemukiman, tak membuat para wisatawan kecewa. Pasalnya, di sepanjang perjalanan pengunjung akan disuguhkan dengan keelokan pemandangan yang asri dan sejuk selama kurang lebih 30 menit. Jalan setapak sangat memudahkan pengunjung menuju lokasi.

Jangan takut tersesat, karena di sepanjang perjalanan pengunjung akan dengan mudah menemukan tulisan atau petunjuk arah menuju lokasi pohon akar seribu ini. Selain itu, hutan yang cukup rindang namun tidak begitu lebat, memudahkan jarak panjang.

Di sini, sepanjang perjalanan pengunjung akan disuguhkan dengan suara gemericik air sungai yang memecahkan keheningan. Ladang lengkap dengan para petani yang masih sibuk dengan merawat tanamannya, sangat mudah dijumpai. Meskipun masih ada anjing di lokasi ini, pengunjung tak perlu takut. Karena anjing-anjing tersebut telah jinak.

Perjalanannya lokasi ini emang terbilang cukup jauh ke dalam, sekita 700 meter dari pemukiman. Namun jangan salah, pemandangan yang disuguhkan ketika sampai di lokasi sangat luar biasa. Aliran sungai yang deras dengan kombinasi bebatuan besar, sesekali mengeluarkan suara gemuruh.

Jangan takut tak bisa melintas, di sini pengunjung bisa melewati jembatan bambu yang telah dibuatkan oleh warga setempat untuk menikmati keindahan pohon akar seribu. Di area ini pula, warga telah membuat tempat duduk dari bambu untuk para pengunjung beristirahat melepas lelah.

Pohon akar seribu ini terbilang cukup unik, akarnya yang cukup kuat dan tebal memudahkan pengunjung berfoto untuk mengabadikan moment. Setelah puas berfoto, wisatawan bisa menikmati aliran air sungai yang jernih dan segar. Sayangnya, di lokasi ini pengunjung harus rela menahan basah hingga kembali ke pemukiman. Karena di sini tidak ada tempat berlindung untuk sekedar ganti baju.

Namun meski begitu, keindahan pohon akar seribu yang lengkap dengan segarnya arus air, tak membuat para pengunjung berkecil hati. Seperti yang dirasakan oleh Eva Putri Salamah warga Jetis, Kebupaten Mojokerto. Walaupun warga Mojokerto, ia sendiri baru mengetahui ada destinasi wisata baru yang cukup bagus.

"Tahunya dari sosial media, lihat-lihat ternyata bagus. Ternyata memang bagus, meskipun jalannya cukup jauh. Air nya segar juga, jadi cocok buat alternatif liburan atau sekedar mengisi waktu kosong," kata perempuan 25 tahun ini.

Pohon akar seribu ini sendiri sudah ada sejak lama, hanya saja selama ini warga tak terlalu menganggapnya. Karena mulai banyak wisatawan yang berkunjung, pohon akar seribu ini pun kemudian mulai disentuh. Pengelola Obyek Wisata Pohon Akar Seribu Ki Ageng Satuwi mengatakan pohon berakar seribu itu telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, bahan pohontersebut sudah berumur ratusan tahun sejak kakak buyutnya.

Ada cerita dibalik dibalik megahnya akar pohon seribu ini, dari kisah yang ada jaman dahulu ada Pangeran Ronggolawe, putra Adipati Tuban yang melakukan pemberontakan terhadap Majapahit. Ceritanya, Ronggolawe bisa menghilang setelah bersembunyi di akar Pohon Koang saat dikepung pasukan kerajaan. Kesaktian pangeran itu berkat keris Megolemet, nama yang kini melekat di kawasan hutan Desa Begaganlimo.

"Di sini pengunjung harus bersikap baik, tidak boleh mencoret pohon, dilarang membuang sampah. Dan jangan sekali-kali merusak akar pohon," tegasnya.

Selain wisata akar seribu, pengunjung juga bisa menikmati beberapa destinasi lainnya yang ada di kawasan Wisata Tanjung Biru ini. Seperti Batu Bancik, Candi Tumpuk, Petilasan Putri Windu Dewi, Batu Bajul, Batu Selokendhit, Goa Endhek, Coban Tanjung Biru dan Candi Piring

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help