Surya/

Berita Surabaya

Wulansary : Sampah Bukan Sampah Bila DIkelola Secara Benar

Bagi Wulansary atau Mumun, sampah bukanlah sampah apabila dikelola secara benar. Ini maksudnya...

Wulansary : Sampah Bukan Sampah Bila DIkelola Secara Benar
surabaya.tribunnews.com/Pipit Maulidiya
Wulansary, bersama temannya Philip Latief meninjau dalah satu TPA di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wulansary atau yang akrab disapa Mumun, terlihat segar dengan setelan baju warna jingga dan bawahan rok panjang batik bercorak hijau.

Ketua sekaligus pendiri Komunitas Sahabat Bumi ini tetap tampil cantik dan rapi meski akan mengunjungi sebuah Tempat Penampungan Sampah (TPS).

Pagi itu, Jumat (18/3/2017) alumnus S1 Antropologi Unair ini bersama salah seorang temannya bermaksud melihat kondisi salah satu TPS di Sidoarjo.

Mumun mengaku kunjungan tersebut ia lakukan sebagai bahan pembelajaran dan perbandingan. terhadap apa yang sudah dilakukan pemerintah kota, dengan yang sudah dilakukan komunitasnya.

"Saya mendokumentasikan kunjungan ini sebagai bahan evaluasi untuk anggota komunitas, Minggu nanti. Di sini sampah campur aduk jadi satu, ada sampah plastik dan limbah rumah tangga. Yang dipilah pun hanya berapa persen, ngga ada 15 persen dari jumlah sampah yang ada," terangnya sambil menunjuk bagian sampah yang bercampur, organik dan anorganik.

Selama di TPS, Mumun berkeliling dan berdiskusi dengan temannya terkait cara pengolahan sampah yang salah. Menurut mereka seharusnya sampah sudah dipilah di dalam rumah. sehingga sampai di TPS, petugas hanya menggolongkan jenis sampah tersebut.

"Dipilah yang mana organik dan anorganik. Kalau sudah dicampur begini sulit diolah. Pabrik plastik pun enggan kalau menerima plastik dalam kondisi kotor. Padahal kalau dipilah sendiri di rumah, kita bisa mendapat keuntungan," tutur perempuan yang sudah memilah sampah sejak 2014 silam ini.

Ketertarikan Mumun bergelut di bidang sampah bukan hal yang tiba-tiba. Ia bercerita sejak masih tinggal di Cibubur 2014 silam, dirinya mulai tertarik mengolah sampah lantaran kegelisahan melihat sampah begitu menjadi perhatian di semua belahan dunia.

Di sebagian negara menurut Mumun sudah mulai aware dan membangun sistem pengolahan sampah yang baik. Menurutnya masyarakat Indonesia kini juga harus memiliki peran yang sama untuk melindungi bumi dari kadar C02 yang sudah sangat tinggi.

"Seandainya masyarakat tahu sesungguhnya sampah itu sebenarnya bukan sampah. Jika, diolah dengan benar," tegasnya

Halaman
1234
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help