Surya/

Persona

Novy Amelia Sanjaya : Digusur, Warga Harus Dapat Tempat Pengganti yang Layak

Penggusuran warga di satu kawasan dan kemudian ditampung di sebuah rumah susun (rusun) bagi Novy Amelia Sanjaya bisa dimaklumi. Ini katanya...

Novy Amelia Sanjaya : Digusur, Warga Harus Dapat Tempat Pengganti yang Layak
ist
Novy Amelia Sanjaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penggusuran warga di satu kawasan dan kemudian ditampung di sebuah rumah susun (rusun) bagi Novy Amelia Sanjaya bisa dimaklumi. Apalagi jika untuk keperluan yang lebih luas dan warga yang digusur pun dapat tempat tinggal pengganti yang memadai.

“Kalau bisa membandingkan dengan kasus di Jakarta, itu ya warga yang digusur patut bersyukur karena tempat tinggal penggantinya jauh lebih baik daripada bertahan di bantaran sungai,” ucapnya, Rabu (29/3/2017).

Menurut Novy, dengan kondisi lahan makin minim saat ini tak bisa dipungkiri pengembangan perumahan penduduk akan lebih banyak dilakukan dalam bentuk bangunan ke atas, dan bukan ke samping. Kondisi ini tentu harus bisa dimaklumi mereka yang tinggal di kota besar macam Surabaya ini.

Sulung dari empat bersaudara ini lalu membayangkan pula kondisi rusun itu mirip dengan apartemen.

“Bangunan rusun itu kan mirip banget dengan apartemen ya, cuma fasilitas di rusun lebih sedikit ketimbang apartemen,” papar perempuan yang lahir di Temanggung, Jawa Tengah, 13 November 1993 ini.

Novy menekankan, warga yang kena dampak penggusuran ini seharusnya mendapat lahan pengganti yang lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, di area rusun itu harus pula diberi kawasan terbuka yang bisa dinikmati penghuni rusun.

“Kalau tidak, efek sosialnya sangat berat bagi penghuni rusun itu,” cetus Novy yang sehari-harinya bertugas sebagai Marketing Communications Executive Bum City Resort.

Novy lalu menambahkan, masyarakat yang sudah terbiasa bersosialisasi dengan gampang setiap hari dengan tetangganya tentu akan mengalami ‘tekanan’ ketika kemudian pindah ke rusun yang lingkungannya lebih tertutup.

“Tidak hanya ibu-ibu, bapak-bapak yang biasa nongkrong ngopi bareng tentu bingung cari tempat tongkrongan baru,” katanya.

Karena itu, Novy menganggap penting keberadaan ruang terbuka ini untuk menampung warga kembali bersosialisasi dengan lingkungannya.

“Nggak ada beda mereka yang tinggal di lantai bawah atau atas, kebutuhannya tetap sama, yaitu kesempatan untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar untuk mengimbangi tekanan pekerjaan sehari-hari. Kalau nggak ya bisa stres mereka,” imbuhnya. 

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help