Liputan Khusus Pengungsi Syiah Sampang

Kemenag Jatim: Buku Nikah Orangtua Jadi Kendala Anak Pengungsi yang akan Kuliah

Akibatnya, beberapa anak pengungsi yang ingin melanjutkan kuliah sempat terganjal karena orangtuanya tidak punya buku nikah.

Kemenag Jatim: Buku Nikah Orangtua Jadi Kendala Anak Pengungsi yang akan Kuliah
surabaya.tribunnews.com/M Taufik
Anak-anak para pengungsi Syiah asal Sampang bermain kelereng di tempat pengungsian mereka di Rusun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terkait penanganan kasus Syiah Sampang, Kabid Urusan Agama Islam (Urais) Kemenag Jatim, Rosyadi Badar mengatakan, wewenang Kemenag lebih pada pembinaan dan pendidikan bagi pengungsi di tempat penampungan. Untuk proses rekonsiliasi, menurutnya, Pemprov Jatim sudah membentuk tim sendiri.

“Kami masuk di dalam tim tapi fokus kami soal pembinaan dan pendidikan anak-anak di penampungan,” kata Rosyadi.

Dikatakannya, pelaksanaan pembinaan dan pendidikan secara teknis ditangani oleh Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo.

Kemenag Jatim hanya memberi supervisi dalam proses pembinaan terhadap pengungsi di tempat penampungan.

Soal pendidikan anak-anak pengungsi di penampungan sebenarnya tidak ada masalah. Malah beberapa anak ada yang melanjutkan kuliah dan diterima di perguruan tinggi negeri.

Sekarang, yang menjadi masalah soal buku nikah para pengungsi. Sejumlah pengungsi tidak punya buku nikah karena hilang ketika terjadi kerusuhan.

Akibatnya, beberapa anak pengungsi yang ingin melanjutkan kuliah sempat terganjal karena orangtuanya tidak punya buku nikah.

“Ada 15 pasangan yang sudah mengajukan pembuatan buku nikah. Kami sudah meminta Kemenag Sidoarjo untuk memproses masalah itu,” ujarnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Achamd Rofi’i mengatakan, memang ada beberapa pasangan pengungsi yang mengajukan isbath ke Kemenag Sidoarjo.

Isbath ini merupakan pengesahan nikah yang tidak ada. Pengesahan buku nikah ini memang tidak mudah dan butuh proses. Apalagi, para pengungsi bukan penduduk Sidoarjo.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help