Surya/

Berita Kampus

UK Petra Kupas Ekspor-Impor bersama Praktisi, sebagai Bekal Mahasiswa, Tujuan Lain seperti ini

Kepala Program Akuntansi Pajak UK Petra Retnaningtyas Widuri menjelaskan, dengan bertatap muka dengan praktisi maka mahasiswa lebih memahami materi.

UK Petra Kupas Ekspor-Impor bersama Praktisi, sebagai Bekal Mahasiswa, Tujuan Lain seperti ini
surya/sulvi sofiana
Suasana kuliah umum di UK Petra yang mendatangkan praktisi dari Bea Cukai. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kuliah umum praktisi menjadi penguatan kuliah mahasiswa. Hal ini dilakukan untuk program studi Akuntansi Pajak UK Petra.

Dengan mendatangkan pemateri kuliah umum dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP).

Kepala Program Akuntansi Pajak UK Petra Retnaningtyas Widuri menjelaskan, dengan bertatap muka dengan praktisi maka mahasiswa lebih memahami materi.

Apalagi materi ekspor-impor sesuai dengan tujuan UK Petra sebagai world class university.

“Banyak student exchange dan perjalanan keluar negeri. Mereka sering perjalanan keluar negeri tapi tidak paham aturan bea cukai. Harapannya mengeliminasi ketidaktahuan dengan imigrasi kami berikan wawasan ini. Jadi tidak bermasalah dengan barang bawaan yang mungkin tertahan di kantor bea cukai,” ungkapnya di sela kuliah umum “Custom Goes To Campus: Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Terhadap Eksport dan Impor” di UK Petra, Selasa (21/3/2017).

Selain itu, banyak mahasiswa yang menjalani wirausaha dengan transaksi online luar negeri.

Rudi Hermawan, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai menjelaskan keapabean memiliki batasan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar.

“Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontingen yang di dalamnya berlaku Undang-Undang tersebut,” lanjutnya.

Luasnya daerah pabean tersebut dengan jumlah personil Direktorat Jenderal (DIRJEN) Bea dan Cukai yang terbatas, maka pengawasan difokuskan pada kawasan pabean. Kawasan pabean sendiri memiliki definisi kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut, bandar udara, atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Selama ini universitas yang kami kunjungi belum mengetahui banyak terkait beacukai, kebanyakan hanya pajak secara umum. Makanya kami memiliki program edukasi seperti ini,” lanjutnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help