Surya/

Berita Surabaya

Sering Ke Luar Negeri? Perhatikan Barang Bawaan agar Tak Kena Bea Masuk

Untuk barang titipan pengiriman seperti barang online juga harus melewati aturan dari instansi lain.

Sering Ke Luar Negeri? Perhatikan Barang Bawaan agar Tak Kena Bea Masuk
pixabay
ILUSTRASI GADIS BELANJA 

SURYA.co.id | SURABAYA - Trend membeli secara online barang-barang luar negeri semakin marak.

Belum lagi era globalisasi membuat mahasiswa banyak mengikuti kunjungan ke luar negri, baik dalam program pertukaran mahasiswa atau sekedar berlibur.

Rudi Hermawan, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Juanda mengungkapkan ada sejumlah perhatian terhadap barang masuk lewat Juanda.

Ia menerangkan, untuk barang titipan pengiriman seperti barang online juga harus melewati aturan dari instansi lain.

“Barang yang dibawa dari liar negeri seperti kosmetik, obat-obatan harus melewati bea cukai. Selama ini sinergi dengan berbagai instansi untuk mencegah barang ilegal menyebar di pasaran,”jelasnya di sela kuliah umum “Custom Goes To Campus: Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Terhadap Eksport dan Impor” di UK Petra, Selasa (21/3/2017).

Dipaparkannya, ada pajak pembatasan dan larangan. Larangan ini diterapkan pada barang seperti narkoba.

Sedangkan pembatasan diterapkan untuk titipan perdagangan seperti garmen, elektronik dan obat-obatan.

“Garmen maksimal 10 barang, tergantung profil pengirim dan penerima barang juga. Ada rekam jejaknya, meskipun dia pakai 2 kali pengiriman tetap tidak bisa lebih dari 20 buah. Untuk elektronik seperti HP maksimal 2, dan obat-obatan harus lewat pemeriksaan BPPOM,”tegasnya.

Aturan pembatasan ini juga diterapkan untuk oleh-oleh uang dibawa dari luar negeri. Seperti barang bawaan individu senilai lebih dari 250 US dolar atau barang keluarga lebih dari 2.000 US dolar akan dikenakan bea masuk.

“Besaran bea masuk ini disesuaikan dengan jenis barangnya. Hal ini untuk melindungi pasar di dalam negeri juga,” ungkapnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help